×
Home Pop Up
Home > Konsultasi > bayi 9bln - bab keras

bayi 9bln - bab keras

By: Lina
11 views
14 hari yang lalu

Belakangan ini 3mgg terjadi bab keras. Apakah ini slh satu ciri ciri alergi susu sapi ? Klu iya merupakan slh satu alergi susu sapi atau intoleransi lactosa?

JAWABAN AHLI:

Halo Bunda.

BAB pada anak bergantung pada asupan makanan yang diberikan. Jika memang asupannya sedikit maka BABnya juga menjadi jarang dan jika telah mengkonsumsi susu formula maka akan mempengaruhi frekuensi BAB anak. Susu formula lebih sulit untuk dicernakarena umumnya gerakan usus pada bayi-bayi ini lebih lambat sehingga mengakibatkan BAB lebih jarang, tinjanya lebih tebal. Selain itu jika frekuensi masuknya susu juga kurang, bayi cenderung lebih sulit BAB.

Jika anak Anda diberikan susu formula, Anda dapat menyiasatinya dengan memberikan susu formula yang lebih encer (tidak terlalu kental) agar lebih mudah dicerna, dan pastikan agar bayi Anda tidak kurang minum.

Selain itu, memang wajar terjadi perubahan dalam frekuensi BAB bayi dengan semakin bertambahnya usia bayi, hal tersebut menunjukkan bahwa seluruh produk yang masuk ke dalam tubuh dapat terserap oleh sistem pencernaan bayi. Tidak ada batas waktu yang dapat dijadikan patokan waktu yang normal bagi bayi untuk BAB. Frekuensi buang air besar pada bayi bervariasi, dapat 4 - 10 kali sehari atau sebaliknya, sekali dalam 3 - 7 hari.

Pada umumnya, kesulitan buang air besar terjadi pada bayi yang pertama kali diberikan susu formula atau makanan pendamping atau dalam kata lain bayi mulai diperkenalkan dengan makanan padat. Frekuensi BAB yang menurun pada bayi dapat juga terjadi karena bayi masih kurang mengerti bagaimana teknik mengedan yang benar, sehingga ia tidak dapat mengeluarkan tinjanya dengan baik. Jika hal ini terjadi pada bayi anda, Anda tidak perlu khawatir karena bayi akan belajar sendiri bagaimana cara mengedan yang benar

Yang perlu anda khawatirkan adalah jika penurunan frekuensi BAB pada bayi anda disertai dengan timbulnya keluhan-keluhan seperti bayi menjadi lebih rewel, perut kembung dan teraba keras, sering muntah, berat badan tidak naik, dll. Jika hal-hal tersebut terjadi pada bayi anda, kami sarankan sebaiknya anda segera membawa bayi anda ke dokter spesialis anak.

Alergi susu sapi merupakan reaksi sistem pertahanan tubuh terhadap faktor (fraksi protein) yang terkandung dalam susu. Anak dapat mengalami gejala alergi susu langsung setelah mengonsumsinya (reaksi cepat) dan sebagian lainnya gejalanya baru muncul setelah beberapa waktu (reaksi lambat).

Gejala alergi susu sapi biasanya muncul beragam, namun ada 3 gejala yang tersering muncul. Diantaranya adalah:
- Gejala pada saluran pencernaan adalah gejala tersering (50-80%)
- Diikuti dengan gejala pada kulit (20-40%)
- Saluran pernapasan (4-25%).
Gejala reaksi cepat alergi susu sapi muncul dalam hitungan menit atau jam setelah mengonsumsi susu sapi dan umumnya disebabkan oleh respon antibodi IgE terhadap protein susu.

Gejalanya antara lain:

- Sakit perut

- Mual

- Muntah

- Sesak napas atau mengi

- Ruam, bengkak, gatal pada kulit

- Diare

Anak yang mengalami alergi susu sapi yang melibatkan antibodi IgE memiliki risiko besar mengalami alergi terhadap lingkungan (polutan, debu, dan lainnya).Penyebab anak Anda mengalami bercak di wajah dapat disebabkan oleh berbagai penyebab, benar salah satunya adalah alergi susu sapi. Namun untuk memastikannya saya sarankan Anda mmeriksakan anak Anda langsung ke dokter anak. Bila memang benar alergi susu sapi, dokter akan menyarankan untuk menghindari paparah susu sapi untuk sementara waktu.

Demikianlah jawaban yang kami berikan mengenai ciri-ciri alergi susu sapi, semoga bermanfaat.

Pertanyaan Lainnya

Atasi Alergi Si Kecil Dengan Konsultasi Ahli

Konsultasi masalah nutrisi dan psikologi Si Kecil dengan ahli dari dokter kami.

alergi susu sapi..
By: Okt 114 views
bayi sering mencret
By: Farah 159 views
pengaruh susu soya pada anak laki laki
By: Mekar sari 257 views