Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > yuk, deteksi dini alergi si kecil!

yuk, deteksi dini alergi si kecil!

Yuk, Deteksi Dini Alergi Si Kecil!

Si Kecil sering mendadak bersin-bersin, pilek, dan batuk kronik berulang terutama pada saat suhu udara dingin, terkena debu atau asap rokok, bahkan saat mencium aroma menyengat? Atau mendadak bibirnya bengkak setelah mengonsumsi ikan laut? Jika ya, besar kemungkinan Si Kecil mengalami gejala alergi.

Alergi adalah reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap suatu zat yang dianggap berbahaya walau sebenarnya tidak berbahaya. Gejala alergi umumnya terjadi pada tiga sistem tubuh; kulit, pernapasan, dan pencernaan. Gejala dan penyebabnya pun berbeda-beda.

Pada kulit, gejala alergi dapat berupa bengkak pada mata dan bibir, ruam kemerahan yang gatal (dermatitis atopik), dan biduran. Gejala alergi pada pernapasan adalah batuk, sesak napas, asma, hidung meler, dan bersin-bersin yang disertai dengan mata berair. Sedangkan untuk gejala alergi pada organ pencernaan, dapat berupa kembung, nyeri perut, muntah, diare, diare berdarah, dan kolik.

Apabila Si Kecil memerlihatkan gejala alergi, Bunda harus segera berkonsultasi pada dokter anak agar ia bisa melakukan evaluasi dan penanganan lebih lanjut. Apabila tidak segera ditangani dengan benar, gejala alergi dapat mengganggu aktivitas Si Kecil dan ini dapat berakibat pada penurunan kualitas hidup. Bahkan, alergi ternyata bisa berdampak buruk pada psikologis Si Kecil.

Untuk memudahkan penegakkan diagnosis, Bunda bisa mencatat informasi mengenai gejala alergi yang dialami Si Kecil, misalnya kapan terjadinya, durasi gejala terjadi, serta menu makanan juga aktivitas Si Kecil pada saat alergi timbul.

Setelah melakukan wawancara mengenai riwayat kesehatan, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosis. Pemeriksaan yang dimaksud antara lain:

Uji Tusuk Kulit (Skin Prick Test)

Sebelum melakukan pemeriksaan ini, Si Kecil harus menghentikan konsumsi obat antialergi selama tiga hari sampai satu minggu, tergantung dari jenis obatnya. Pemeriksaan ini boleh dilakukan kepada anak di atas usia empat bulan. Area pemeriksaan adalah pada sisi dalam lengan bawah atau di punggung, di atas kulit yang sehat.

Uji Tempel (Patch Test)

Uji ini biasanya dilakukan untuk mengetahui alergen yang berkontak dengan kulit. Strip atau koyo yang mengandung alergen yang dicurigai ditempelkan ke kulit punggung Si Kecil selama 48 jam. Jika terjadi reaksi alergi (kemerahan, bentol-bentol, gatal), maka tes memberi hasil positif.

Uji Ig E RAST (Radio Allergo Sorbent Test)

Ini adalah alternatif pemeriksaan jika uji tusuk kulit tidak memungkinkan untuk dilakukan, misalnya, jika terdapat kelainan kulit yang luas pada area pemeriksaan uji tusuk kulit atau jika Si Kecil harus terus mengonsumsi obat antialergi karena alergi sudah sangat parah. Selain memiliki korelasi yang baik dengan uji tusuk kulit, pemeriksaan ini juga memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang sebanding dengan uji tersebut.

Uji Eliminasi dan Provokasi

Ini adalah pemeriksaan baku mengonfirmasi alergi. Jika Si Kecil dicurigai menderita alergi tertentu yang diketahui dari riwayat alergi dan hasil uji tusuk kulit dan Ig E yang positif, maka ia harus dihindarkan dari alergen tersebut selama dua hingga empat minggu. Setelah gejala alergi menghilang selama masa eliminasi tersebut, maka dilakukan uji provokasi dengan membiarkan Si Kecil terpapar alergen yang dicurigai tersebut.

 

Pendeteksian alergi sejak dini memungkinkan penanganan tepat alergi dilakukan dengan cepat dan tepat. Tentunya hal ini akan menunjang kesehatan Si Kecil sehingga proses tumbuh kembangnya tidak mengalami hambatan.