×
Home Pop Up
Home > Cari Tahu > waspadai label makanan mengandung pemicu alergi!

waspadai label makanan mengandung pemicu alergi!

Waspadai Label Makanan Mengandung Pemicu Alergi!

Pencegahan terbaik bagi anak yang memiliki alergi makanan pada anak adalah dengan menghindarinya dari makanan mengandung alergen atau senyawa pemicu alergi. Cara untuk mengetahui apakah makanan mengandung alergen sebenarnya tidaklah terlalu sulit. Selain lebih cermat dalam menyajikan dan membeli makanan, Anda juga harus rajin dan teliti membaca label makanan kemasan.

Cermat dalam menyajikan makanan tentu dilakukan dengan memilih bahan-bahan yang tidak mengandung alergen. Jika anak alergi telur, Bunda pastinya perlu menjauhi setiap makanan atau bahan yang mengandung itu di dalamnya. Begitu juga untuk alergi makanan lain. 

Ketika membeli makanan di restoran, biasakan juga menanyakan bahan apa saja yang digunakan untuk membuat sajian tersebut. Menu ikan olahan misalnya, bisa saja menggunakan bahan pemicu alergi seperti telur, susu, atau kacang-kacangan dalam sajiannya. Bagi anak yang alergi pada bahan-bahan itu bisa menjadi masalah. Jadi, jangan pernah ragu untuk bertanya. 

Hal lain yang penting dilakukan adalah dengan rajin membaca label makanan. Umumnya sebagian besar makanan kemasan menampilkan informasi mengenai komposisi di dalamnya.

Hanya saja, ada beberapa yang mungkin sulit dikenali karena menggunakan bahasa asing dan ilmiah. Karena itu, Bunda perlu juga mengetahui beberapa nama lain yang sering digunakan dalam label makanan. Apa saja? Berikut beberapa di antaranya seperti dikutip dari www.kidswithfoodallergies.org:

Mengandung telur: Albumin, Apovitellin, Cholesterol free egg substitute, kata yang menyertakan egg (dried egg, egg white, egg yolk, dsb),  fat substitute, globulin, livetin, lysozyme, mayonnaise, meringue, meringue powder, semua yang berawalan Ovo (Ovoglobulin, Ovomucin dsb),  Powdered eggs, S, Ilici Albuminate, Simplesse, Surimi ,Trailblazer, Vitellin, dan Whole egg.

Mengandung susu: Butter, Casein & caseinates, Cheese, Cream, Curds, Custard, Dairy product solids, Galactose, Ghee, Half & Half., Hydrolysates (casein hydrolysate, milk protein hydrolysate, protein hydrolysate, whey hydrolysate, dsb),  Lactalbumin, lactalbumin phosphat, Lactate solids, Lactyc yeast, Lactitol monohydrate, Lactoglobulin, Lactose, Lactulose, Milk fat, Nisin preparation, Nougat, Pudding, Quark, Recaldent, Rennet, rennet casein, Simplesse® (fat replacer), Sour cream, sour cream solids, imitation sour cream, Whey, Yogurt (regular or frozen), yogurt powder

Mengandung Soya: Bean curd, Edamame, Hydrolyzed soy protein, Kinnoko flour, Kyodofu (freeze dried tofu), Miso, Natto, Okara (soy pulp), Shoyu sauce, Soy albumin, Soy concentrate, Soy fiber, Soy formula, Soy grits, Soy milk, Soy miso, Soy nuts, Soy nut butter, Soy protein, soy protein concentrate, soy protein isolate, Soy sauce, Soy sprouts, Soya, Soya flour, Soybeans, Soybean granules, Soybean curd, Soybean flour, Soy lecithin, Soybean paste, Supro, Tamari, Tempeh, Teriyaki sauce, Textured soy flour (TSF), Textured soy protein (TSP), Textured vegetable protein (TVP), Tofu, Yakidofu, Yuba (bean curd)

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Bunda tentu akan menemui kesulitan jika harus menghapal seluruh istilah asing di atas. Salah satu cara termudah untuk mengenali makanan mengandung pemicu alergi adalah dengan mengingat kata kunci yang terdapat pada sejumlah bahan makanan. Misalnya, setiap kata berawalan soy untuk soya, dan egg untuk telur.

Selain itu, Bunda juga bisa menyiapkan daftar bahan makanan yang mengandung alergen dan membawanya setiap berbelanja. Memang bisa cukup merepotkan. Namun perlu diingat, cara ini sangat ampuh menjamin anak tidak mengkonsumsi makanan penyebab alergi. Lagipula, lebih baik mencegah daripada mengobati kan Bunda?