×
Home Pop Up
Home > Cari Tahu > tumbuh kembang si kecil pada masa neonatal

tumbuh kembang si kecil pada masa neonatal

TUMBUH KEMBANG SI KECIL PADA MASA NEONATAL

Bagi orangtua, tak ada yang lebih membahagiakan selain melihat buah hati tumbuh sehat dan kuat setiap hari. Proses tumbuh kembangnya tentu membutuhkan penunjang dari orangtuanya yaitu nutrisi yang cukup serta stimulasi yang tepat. Saat Si Kecil baru lahir hingga berusia 2 tahun, proses tumbuh kembangnya berlangsung dengan cepat. Banyak yang ia pelajari dan kuasai dalam kurun waktu dua tahun kehidupannya.

Secara umum, masa bayi merupakan masa kehidupan pada usia 0-2 tahun. Namun, selama 28 hari pertama setelah kelahiran diberi istilah tersendiri, yaitu masa bayi baru lahir (neonatal) karena memiliki karakteristik tersendiri. Inilah hal-hal yang penting Bunda ketahui mengenai masa neonatal:

 

MASA BAYI BARU LAHIR (NEONATAL: 0-28 hari)

Masa bayi baru lahir merupakan periode tersingkat (28 hari) dari semua periode perkembangan.

1.   Perkembangan Fisik

  • Pada masa ini, biasanya terjadi penurunan berat badan akibat masa adaptasi dengan lingkungan baru (luar rahim). Penyesuaian diri ini mencakup perubahan suhu, mengisap dan menelan, bernapas, dan pembuangan kotoran.
  • Seringkali terdapat rambut-rambut halus di kepala dan punggung, tetapi yang di punggung biasanya akan segera menghilang.

 2.   Perkembangan Motorik

Gerakan-gerakan bayi baru lahir bersifat acak dan tidak berhubungan dengan kejadian-kejadian di lingkungan. Secara umum, gerakan tersebut dapat dibagi menjadi 2 kategori, yaitu:

  • Gerakan menyeluruh

Gerakan menyeluruh terjadi di seluruh tubuh bila salah satu bagian tubuh distimulasi, walaupun gerakan yang paling menonjol terjadi pada bagian yang diberi stimulasi. Biasanya gerakan menyeluruh semakin meningkat dan semakin sering terjadi dari hari ke hari. Gerakan terbesar biasanya terjadi pada pagi hari setelah tidur yang relatif lama. Sedangkan paling sedikit di siang hari, mungkin lelah karena dimandikan dan dikenakan pakaian pada pagi harinya. Rasa lapar, sakit, dan perasaan tidak enak juga akan menimbulkan banyak gerakan.

 

  • Gerakan khusus

Gerakan khusus meliputi bagian-bagin tubuh tertentu. Gerakan ini termasuk gerak refleks, yang merupakan tanggapan terhadap rangsangan indera khusus dan yang tidak berubah dengan pengulangan rangsang yang sama.

 

 3.   Perkembangan Bahasa

Bahasa pada masa ini lebih tepat dikatakan sebagai vokalisasi atau masa Si Kecil mengeluarkan beragam suara, dibagi menjadi dua kategori yaitu suara tangis dan suara eksplosif.

 

  • Menangis

Selama masa neonatal dan bulan-bulan pertama masa bayi, tangis merupakan bentuk suara yang menonjol. Menangis pada waktu lahir merupakan gerak refleks yang terjadi ketika udara masuk ke dalam tali suara yang menyebabkan tali suara bergetar, yang berguna memompa paru-paru sehingga memungkinkan pernapasan dan memberikan oksigen yang cukup untuk darah. Tangisan bayi merupakan perilaku pertama yang mempunyai nilai sosial, yang menandakan ketergantungan total pada satu makhluk, yakni Bunda. Menangis dapat terjadi setiap saat, tetapi yang paling sering dan paling kuat terjadi adalah dari pukul enam sore sampai tengah malam.

 

  • Suara eksplosif

Kadang-kadang bayi baru lahir mengeluarkan suara eksplosif seperti napas yang berat. Suara itu merupakan ucapan tanpa arti atau tujuan dan terjadi secara kebetulan bila otot-otot suara mengerut. Lambat laun bunyi-bunyi tersebut diperkuat dan berkembang menjadi ocehan yang selanjutnya menjadi bicara.

 

4.   Perkembangan Kesadaran dan Emosi

Kesadaran bayi baru lahir masih kabur, artinya bayi baru lahir tidak menyadari sepenuhnya tentang apa yang terjadi di sekitarnya. Reaksi emosional pun belum berkembang secara khusus. Reaksi emosional hanya berkaitan dengan keadaan yang menyenangkan (ditandai oleh tubuh yang tenang) dan tidak menyenangkan (ditandai oleh tubuh yang tegang).

Walau Si Kecil masih termasuk “anak kemarin sore” namun bukan berarti Bunda tidak bisa melakukan stimulasi untuk menunjang tumbuh kembangnya. Bunda bisa melakukan stimulasi penglihatan dan pendengaran dengan berkomunikasi sembari menatap matanya saat menyusui serta sering mengajak Si Kecil mengobrol agar ia semakin kenal suara Bunda.