×
Home Pop Up
Home > Cari Tahu > tinggal di peternakan sapi, bisa cegah alergi?

tinggal di peternakan sapi, bisa cegah alergi?

Tinggal di Peternakan Sapi, Bisa Cegah Alergi?

Bagi sebagian orang tua, khususnya yang lama tinggal di wilayah perkotaan, hidup di peternakan sapi mungkin terkesan kotor dan tidak menyehatkan, terutama bagi anak-anak. Padahal sebaliknya. Menurut penelitian, anak yang tumbuh di peternakan sapi akan memiliki daya tahan tubuh lebih baik dan cenderung terhindar dari alergi pada anak.

Berdasarkan hasil riset yang diterbitkan di Jurnal Science pada September 2015, ilmuwan menemukan paparan bakteri dan debu di peternakan dapat melindungi anak-anak dari alergi. Itu berkat protein yang bisa menumpulkan respons kekebalan inflamasi mereka.

Ilmuwan yang tergabung dari ahli beberapa negara tersebut, menyimpulkan bahwa protein A20 diproduksi di paru-paru setelah kontak rutin dengan debu pertanian. Protein ini dapat mencegah peradangan. Di antaranya radang saluran napas yang kerap memicu sulitnya bernapas pada penderita asma.

Temuan ini didapat ilmuwan setelah melakukan penelitian pada tikus dan manusia. Pada tikus, uji coba dilakukan dengan cara dipaparkan endotoksin -- fragmen bakteri mati yang kerap ditemukan dalam debu pertanian dan kotoran sapi -- selama dua minggu. Peneliti kemudian mencoba memicu alergi tungau pada hewan pengerat tersebut. Dari tes tersebut didapati tikus yang dipapari endotoksin, lebih tahan alergi ketimbang yang sebaliknya.

Lalu, penelitian sama dilakukan pada manusia. Peneliti mengambil sampel biopsi paru-paru dari orang dewasa lalu dipaparkan endotoksin. Mereka mendapati bahwa paparan itu menumpulkan respons imun. Seperti diketahui, alergi berkembang ketika sistem imun menjadi peka dan bereaksi berlebihan terhadap sesuatu di lingkungan yang biasanya tidak menyebabkan masalah pada kebanyakan orang.

Bart Lambrecht, peneliti yang juga ahli paru (pulmonologist) di Ghent University Belgia menjelaskan, sebenarnya debu peternakan tidak berefek langsung ke sistem imun tubuh.

Melainkan mempengaruhi sejumlah struktur sel-sel di paru-paru. Yakni ketika sel paru paru itu sering terpapar debu peternakan, dampak yang dihasilkan adalah terjadinya penumpukan beberapa sel imun di dalam tubuh.

Dengan kata lain sejumlah sel imun tersebut kemudian tidak lagi menganggap beberapa alergen (pemicu alergi) sebagai musuh. "Dengan begitu, Anda tidak lagi berpotensi mengembangkan alergi, " kata Lambrecht.

Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan pula, kepekaan alergi dan asma pada anak anak memang tidak hanya dipengaruhi gen atau faktor keturunan. Lingkungan juga memiliki pengaruh besar pada perkembangan alergi bagi anak-anak.