×
Home > Cari Tahu > si kecil punya alergi: faktor lingkungan atau genetik?

si kecil punya alergi: faktor lingkungan atau genetik?

Gejala alergi tidak mengenal usia, termasuk pada balita. Ya, balita memang sangat rentan terkena gejala alergi karena organ tubuhnya belum berkembang sempurna. Pertanyaan yang seringkali muncul, apakah alergi pada Si Kecil terjadi karena faktor genetik atau lingkungan?

Salah satu pemicu seseorang memiliki alergi adalah faktor genetik. Apabila kedua orangtua memiliki riwayat alergi, maka Si Kecil berisiko memiliki alergi sebesar 60 hingga 80 persen. Kemudian, ternyata Bunda yang memiliki alergi lebih berisiko menurunkan alerginya pada Si Kecil ketimbang Ayah, lho. Faktor pemicu alergi yang lain adalah lingkungan. Terekspos terhadap debu, asap rokok, tungau, atau mengonsumsi makanan tertentu juga dapat memicu munculnya gejala alergi. Lantas apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena alergi? Simak di bawah ini.

  1. Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan berikan makanan pendamping ASI (MPASI) hanya setelah Si Kecil berusia 6 bulan. Perbaiki asupan nutrisi, hindari makanan yang dikenal sering memicu alergi seperti telur, makanan laut, dan kacang-kacangan
  2. Lakukan kontrol terhadap lingkungan sekitar seperti menjaga kebersihan, menghindari penggunaan karpet, menghindari binatang peliharaan terutama kucing dan anjing, dan tidak merokok
  3. Apakah Si Kecil memerlihatkan gejala alergi tiap kali selesai menyusu? Jangan langsung menyimpulkan ia alergi susu, ya, Bunda. Konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter spesialis anak agar dapat diperiksa dan dicari solusinya.

Dua hingga tiga persen bayi di bawah usia 1 tahun memiliki kondisi alergi susu sapi. Untuk mengatasi hal tersebut, Bunda dapat melakukan hal-hal berikut:

  1. Hindari memberikan susu sapi dan segala jenis produk olahannya seperti keju, mentega, dan lain-lain.
  2. Mengganti nutrisinya dengan susu berbahan partially-hydrolized protein, yang diyakini dapat menurunkan risiko alergi di kemudian hari atau menggunakan isolat protein kedelai sebagai alternatif susu.

 

Cara terbaik mengatasi alergi adalah mencari tahu sebab agar bisa menghindari alergennya. Jika Bunda curiga Si Kecil memiliki alergi terhadap suatu hal, segera konsultasikan ke dokter anak agar diagnosa bisa segera ditegakkan dan alergi bisa tertangani dengan cepat serta tepat.