×
Home Pop Up
Home > Cari Tahu > saat deterjen disusupi alergen

saat deterjen disusupi alergen

Saat Deterjen Disusupi Alergen

Deterjen untuk mencuci pakaian. Umumnya bahan pembersih ini aman untuk anak selama tidak dikonsumsi. Namun bagi mereka pemilik kulit sangat sensitif, deterjen berpotensi menjadi musuh karena disusupi alergen atau senyawa yang bisa memicu reaksi alergi.

Alergi deterjen muncul di saat sistem pertahanan tubuh secara berlebihan menganggap bahan kimia yang terkandung di dalam pembersih itu sebagai benda asing berbahaya. Bahan kimia yang menyebabkan perlawanan tubuh itu bisa berasal dari pewarna, pewangi, dan agen pemutih.

Umumnya reaksi alergi muncul setelah melakukan sentuhan langsung dengan alergen. Bisa juga saat anak mengenakan pakaian yang dicuci menggunakan deterjen penyebab alergi,  karena seringkali bahan kimia dari deterjen masih tetap menempel dalam kain pakaian, meski sudah dibilas dan dikeringkan.

Gejala alergi anak yang satu ini umumnya terjadi pada kulit. Selain rasa gatal, kulit bisa mengalami iritasi hingga peradangan berupa warna kemerahan dan ruam. Pada tahap lebih parah, ruam bisa terasa seperti terbakar bahkan dapat melepuh dan berisi cairan.

Pada sejumlah kasus, uap deterjen juga bisa memicu gangguan pernapasan seperti hidung tersumbat dan pilek. Sementara bila terpapar ke mata, bisa menyebabkan mata berair dan bengkak.

Bagaimana mencegah alergi deterjen?

Alergi deterjen sebenarnya bukan masalah kesehatan serius, namun gejala-gejalanya bisa sangat mengganggu.

Ada beberapa cara sederhana mengantisipasi alergi deterjen. Salah satunya adalah dengan membiasakan membilas ulang pakaian usai mencuci, minimal hingga dua kali. Sisa butir deterjen seringkali masih menempel di serat pakaian meski sudah direndam. Bilaslah ulang pakaian untuk mencegah hal itu terjadi.

Cara lain, dengan mengganti merek deterjen yang biasa digunakan. Alergi bisa saja muncul ketika menggunakan merek tertentu. Namun tidak saat menggunakan merek lain. Umumnya karena beberapa produk deterjen memiliki kandungan zat kimia (pemutih atau pewarna) berbeda-beda.

Cara paling aman untuk mengetahui kandungan dalam deterjen yang menyebabkan alergi tentu saja dengan berkonsutasi pada dokter ahli alergi. Anda juga bisa melakukan tes alergi di laboratorium/ rumah sakit.

Tes alergi yang sering dilakukan adalah tes tusuk kulit. Test ini dilakukan di punggung atau di lengan bagian dalam, dimana kulit pasien ditetesi cairan alergen kemudian ditusuk dengan jarum steril sambil melihat reaksi tubuh terhadap alergen tersebut.