Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > apa perbedaan reaksi alergi cepat dan lambat pada si kecil?

apa perbedaan reaksi alergi cepat dan lambat pada si kecil?

Apa Perbedaan Reaksi Alergi Cepat dan Lambat pada Si Kecil?

Kondisi sistem imun Si Kecil yang masih belum sempurna pada masa awal pertumbuhan, membuat tubuhnya lebih rentan mengalami alergi. Secara umum, alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh yang dipicu oleh benda atau zat. Pada umumnya, jenis alergi yang dialami Si Kecil biasanya adalah alergi debu, alergi cuaca, alergi makanan, atau alergi susu sapi. Jika Si Kecil terkena salah satu penyebab alergi tersebut maka reaksi alergi akan muncul di tubuhnya.

 

Reaksi alergi pada Si Kecil biasanya terjadi beberapa menit sampai beberapa jam setelah Si Kecil terpapar dengan pemicu alerginya. Tanda dan gejala ketidakcocokan bayi terhadap pemicunya ini dapat menyebabkan gejala alergi yang beragam seperti masalah pencernaan, ruam dan gatal kulit, gangguan saluran napas dan organ-organ lainnya. Namun, meski mengalami reaksi alergi yang sama, ternyata bayi memiliki waktu respon alergi yang berbeda-beda lho, Bun! Yuk simak penjelasannya!

 

 Baca juga: Cara Menyembuhkan Sesak Napas Akibat Alergi

Gejala pada reaksi alergi cepat

Untuk bayi yang sangat sensitif terhadap susu sapi, biasanya reaksi akan berlangsung dengan sangat cepat. Gejala reaksi alergi pada kulit akan langsung terlihat dalam 45 menit setelah bayi meminum susu formula. Gejala yang muncul biasanya ditandai dengan kemunculan bintik merah (seperti campak) atau gatal pada bayi. Tak hanya itu, pada tahap reaksi ini bayi juga bisa menunjukan reaksi lain mulai dari bersin, hidung dan mata memerah, sampai nafas berbunyi mengi.

 

Pada beberapa bayi, gejala alergi juga dapat muncul sekitar 45 menit hingga 20 jam setelah bayi meminum susu sapi. Reaksi ini masuk dalam tingkat reaksi alergi sedang. Pada tingkatan ini biasanya bayi mengalami muntah bahkan diare. Dalam kasus ini sebaiknya Bunda segera melakukan tindakan. Membawanya ke dokter atau memberikan oralit adalah upaya yang dapat Bunda lakukan, dengan begitu Si Kecil tidak mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak cairan.

Gejala pada reaksi alergi lambat

Dalam beberapa kasus, ada pula bayi yang menunjukan reaksi alerginya setelah 20 jam mengkonsumsi susu sapi. Hal ini dapat terjadi pada beberapa bayi karena tubuhnya masih memiliki respon yang cukup lambat. Gejala yang muncul tak jauh berbeda dengan tingkatan sebelumnya, bayi bisa mengalami dermatitis (gangguan kulit), diare, bahkan konstipasi (susah buang air besar).

 

Munculnya perbedaan waktu reaksi pada bayi tersebut juga dikarenakan adanya perantara imunologis, Bun. Saat bayi menunjukan reaksi alergi cepat, hal itu dikarenakan alerginya diperantarai oleh IgE (antibodi imunoglobulin E). Sedangkan pada kasus reaksi alergi yang lambat, alergi biasanya tidak diperantarai oleh IgE.

 

Meskipun memiliki waktu reaksi yang berbeda, gejala alergi pada bayi yang terjadi pada bayi tentu harus segera Bunda atasi. Dengan begitu, efek berkelanjutan tak akan menimpa bayi Bunda.

 

 Baca juga: Kenali Penyebab Diare Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Langkah penanganan reaksi alergi

Masing-masing reaksi alergi yang dialami Si Kecil memang memiliki gejala yang berbeda-beda. Namun secara umum, langkah penanganan yang bisa Bunda lakukan tidaklah jauh berbeda. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini:

  1. Menghindari pemicu alergi

Langkah pertama yang harus Bunda lakukan ketika Si Kecil menunjukkan reaksi alergi adalah dengan menghindari pemicu alerginya (alergen). Alergen bisa berasal dari debu, binatang (tungau), bahan pakaian, udara, atau makanan dan minuman yang dikonsumsi Si Kecil.

  1. Buat kondisi Si Kecil lebih nyaman

Saat Si Kecil mengalami reaksi alergi yang muncul di kulit, biasanya ia akan merasa tidak nyaman. Hasilnya, Si Kecil menjadi lebih rewel, sulit tidur, dan susah makan. Untuk itu, cara menanganinya adalah buat kondisi Si Kecil senyaman mungkin. Gunakan pakaian yang lembut dan nyaman di tubuhnya, atur suhu ruangan agar sejuk, atau basuh bagian kulitnya dengan air dingin. Cara ini harus dilakukan secara terus menerus hingga gejala alerginya berkurang. 

  1. Gunakan losion untuk meredakan gatal

Meski reaksi alergi bisa menghilang dengan sendirinya, namun rasa gatal yang dialami sangat membuat tidak nyaman. Oleh karena itu, Bunda bisa coba mengoleskan losion untuk meredakan gatal Si Kecil. Sebelum memberikan losion, sebaiknya Bunda baca dulu apa saja kandungan yang terdapat di dalam produk tersebut. Pastikan losion terbuat dari bahan yang aman untuk kulit Si Kecil, bebas pewarna, dan parfum, serta mengandung bahan-bahan alami.

  1. Segera hubungi dokter jika gejala terus berlanjut

Reaksi alergi biasanya akan mereda dalam hitungan jam atau hari. Namun jika gejala yang dialami Si Kecil masih terus berlanjut setelah 2-3 hari, sebaiknya Bunda segera mengunjungi dokter spesialis alergi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Melakukan penanganan dengan cepat dan tepat adalah kunci untuk mengatasi alergi Si Kecil. Jika Bunda menganggap sepele gejala yang muncul pada Si Kecil, dikhawatirkan kondisi alergi Si Kecil semakin memburuk bahkan terjadi hingga ia dewasa. Oleh karena itu, ada baiknya Bunda melakukan tes alergi terhadap Si Kecil untuk mengantisipasi kondisi alergi yang ia miliki.

 

Selain langkah penanganan yang dilakukan, Bunda juga wajib melakukan langkah pencegahan dengan menghindari pemicu alergi Si Kecil. Jika Si Kecil alergi dengan susu sapi, Bunda bisa memberikan nutrisi alternatif yaitu Morinaga Soya MoriCare Triple Bifidus. Formula Pertumbuhan Soya #1 yang memiliki kandungan Triple Bifidus untuk menjaga saluran pencernaan Si Kecil dan menyerap nutrisi lebih baik, sehingga Si Kecil yang #AlergiTetapBerprestasi di masa depan.


 Baca juga: 7 Cara Cegah Munculnya Alergi pada Si Kecil