×
Home > Cari Tahu > ragam jenis susu formula yang tersedia di pasaran

ragam jenis susu formula yang tersedia di pasaran

RAGAM JENIS SUSU FORMULA YANG TERSEDIA DI PASARAN

Air susu ibu (ASI) merupakan asupan alami terbaik dari ibu untuk bayi karena mengandung semua nutrisi yang dibutuhkan untuk proses tumbuh kembang anak. Hal ini mendasari rekomendasi WHO untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan dengan bersama makanan pendamping ASI hingga Si Kecil berusia dua tahun. Namun, ada sebagian Bunda yang karena alasan tertentu akhirnya memilih untuk memberikan susu formula guna membantu perkembangan Si Kecil, terutama yang baru lahir.

Memilih susu formula untuk Si Kecil yang berusia di bawah satu tahun tidaklah mudah. Anak dalam kelompok usia tersebut tidak bisa mengonsumsi sembarang makanan atau minum, termasuk susu formula, karena sistem pencernaannya belum berkembang sempurna. Oleh karena itu, Bunda harus memerhatikan kandungan susu formula saat memilih untuk Si Kecil, bukan berdasarkan merek ataupun harga. Sebelum memberikan susu formula untuk Si Kecil, ada baiknya Bunda mengetahui jenis susu formula yang ada di pasaran. Simak panduannya berikut ini.

Pertama kali yang Bunda harus tahu bahwa ada beberapa jenis susu formula. Selain susu formula bebas laktosa dan susu formula spesial untuk bayi prematur atau bayi dengan kondisi spesial, terdapat 3 jenis susu formula lainnya, di antaranya:

 

  • Susu Formula Sapi

Susu formula dari susu sapi yang mengandung protein susu sapi dan laktosa sebagai sumber karbohidrat. Susu formula jenis ini terkadang diberi tambahan zat besi.

 

  • Susu Formula Soya / Isolat Protein Kedelai

Susu formula dari isolat protein kedelai yang mengandung sumber protein dan jagung sebagai sumber karbohidratnya. Seperti halnya susu formula dari susu sapi, susu formula dari isolat protein kedelai juga diberi zat besi sebagai tambahannya.

 

  • Susu Protein Hidrolisat

Susu formula protein hidrolisat yang terbuat dari protein yang telah diolah sedemikian rupa supaya mudah dicerna oleh bayi. Sumber karbohidratnya didapat dari olahan jagung atau sukrosa.

 

Bila Si Kecil tidak memiliki kondisi kesehatan tertentu, dokter umumnya akan  menyarankan susu formula susu sapi. Selain murah dan mudah ditemukan di swalayan, susu formula susu sapi mengandung nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembang Si Kecil.

Pada saat diberikan susu formula, Bunda harus perhatikan reaksi Si Kecil. Apakah setelahnya ia sering menangis, muntah, mengalami perut kembung atau muncul ruam merah pada kulitnya? Jika ya, artinya Bunda harus memertimbangkan untuk memberikan susu formula dengan kandungan yang berbeda karena Si Kecil alergi susu sapi.

Alergi susu adalah sejenis alergi makanan yang disebabkan oleh adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh penderita yang menganggap kandungan pada protein, dalam hal ini adalah susu, sebagai zat yang berbahaya. 

 

Menurut data dari Food Allergy Research & Education (FARE), 2.5 persen anak berusia di bawah 3 tahun memiliki kondisi alergi susu sapi.

Apabila Si Kecil mengalami alergi susu sapi, dianjurkan untuk mengganti susunya dengan susu formula dari isolat protein kedelai atau susu formula protein hidrolisat. Mayoritas orangtua dengan bayi yang mengalami alergi susu sapi memilih susu formula isolat protein kedelai karena rasanya lebih disukai oleh bayi, selain itu kandungan protein pada susu formula isolat protein kedelai telah disetarakan dengan susu formula dari susu sapi. Sedangkan susu formula protein hidrolisat parsial, berdasarkan artikel dari DR. dr. Zakiudin Munasir, SpA(K) anggota IDAI, tidak direkomendasikan untuk diberikan kepada anak dengan alergi susu sapi karena masih mengandung protein susu yang memicu munculnya gejala alergi.

 

Apabila Bunda khawatir Si Kecil alergi susu sapi, jangan terburu-buru mengganti jenis susu formula sampai menemukan yang cocok dengannya. Hal ini dapat menyulitkan pencarian bahan pemicu alergi Si Kecil. Sebaiknya Bunda konsultasikan kondisi Si Kecil pada dokter anak agar mendapat solusi yang tepat.