Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > mengenal biduran pada anak dan cara mengatasinya

mengenal biduran pada anak dan cara mengatasinya

Mengenal Biduran pada Anak dan Cara Mengatasinya

Pada masa awal pertumbuhannya, kulit Si Kecil memiliki kondisi yang jauh lebih sensitif dari kulit orang dewasa. Itu sebabnya, ia seringkali mengalami masalah kulit yang mengganggu kenyamanannya. Salah satu masalah kulit yang sering dialami adalah urtikaria atau biduran pada anak.

Kondisi kesehatan yang juga dikenal dengan nama kaligata ini disebabkan oleh reaksi kulit terhadap alergen (pemicu alergi). Sehingga terjadi pelepasan histamin (penyebab peradangan) dari jaringan sel mast (sel jaringan ikat yang berfungsi sebagai penampung mediator kimiawi dari respon inflamasi) dan dari sirkulasi basofil. Biduran pada Si Kecil memiliki ciri-ciri berupa bercak pucat dan kemerahan dengan garis tepi yang sangat jelas serta sedikit menonjol (bengkak).

Biduran bukanlah penyakit yang mematikan, namun kondisi ini sangat mengganggu keseharian sang penderita terutama bagi anak-anak yang masih sulit mengendalikan diri untuk tidak menggaruk kulit. Karena biduran pada Si Kecil seringkali disertai dengan rasa gatal pada bagian yang membengkak dan apabila digaruk akan menyebabkan iritasi.

 

 Baca juga: Gatal Di Kulit Karena Sentuhan, Mungkinkah Alergi?

Penyebab dan jenis biduran pada anak

Urtikaria merupakan kondisi kelainan kulit berupa reaksi vaskular (perubahan) yang disebabkan oleh berbagai hal. Namun, pada umumnya biduran pada anak ini dapat disebabkan oleh:

  • Cuaca dan udara yang panas atau terlalu dingin
  • Debu
  • Obat (penisilin, sulfonamid, hormon, dll)
  • Makanan : telur, ikan, kacang, udang, coklat, keju,tomat, arbei, babi, keju, bawang,dan semangka. Bahan yang dicampur dengan ragi, asam benzoat, asam nitrat
  • Gigitan serangga
  • Serbuk sari bunga, spora jamur, debu, bulu binatang
  • Kutu pada bulu binatang, serbuk tekstil, air liur binatang, kosmetik
  • Pakaian yang terlalu ketat
  • Infeksi
  • Genetik

Biduran pada Si Kecil juga terbagi menjadi dua tipe menurut tingkat masalahnya, yaitu:

  • Urtikaria Akut (berlangsung kurang dari 6 minggu)
  • Urtikaria Kronis (berlangsung lebih dari 6 minggu)

Perbedaan Urtikaria Kronis & Urtikaria Akut

Secara umum, urtikaria kronis lebih sering diderita oleh orang dewasa, sedangkan urtikaria akut lebih sering dialami oleh anak-anak dan remaja. Si Kecil yang sedang biduran juga dapat mengalami demam ringan hingga tubuh tidak bertenaga.

Untuk penderita yang sering mengalami biduran berulang akan sulit untuk menyembuhkannya secara total. Karena tubuh yang kurang fit sedikit saja dapat menjadi pemicu munculnya biduran pada Si Kecil. Sedangkan bila penderita sedang dalam kondisi tubuh yang fit namun terkena alergi, biduran akan tetap muncul namun dengan jangka waktu yang singkat atau hanya dalam hitungan jam.

Gejala dan tanda biduran pada anak

Biduran pada Si Kecil memiliki berbagai macam gejala seperti:

  • Kulit pucat dan kemerahan dengan sedikit bengkak (edema) yang meradang.  
  • Daerah kulit yang terkena biduran ini bervariasi dan dapat muncul di manapun.
  • Bagian yang terkena biduran pun terasa lebih panas dibanding permukaan kulit lainnya serta terasa gatal.
  • Ketika bagian kulit yang terkena biduran digaruk, maka biasanya bengkak akan semakin menyebar. 
  • Pada awalnya Si Kecil akan merasa gatal pada bagian tertentu di kulit, kemudian akan muncul kulit kemerahan dan sedikit penonjolan pada kulit setelah itu barulah rasa nyeri (seperti tersengat atau tertusuk) datang.
  • Beberapa penderita Urtikaria Akut biasanya mengalami masalah pernapasan atau asma, kesulitan menelan dan masalah pencernaan. Gejala biduran muncul dengan cepat dan menghilang secara perlahan. Sedangkan bagi penderita Urtikaria Kronis biasanya membutuhkan waktu lama untuk penyembuhan.

 

 Baca juga: Cara Menyembuhkan Sesak Napas Akibat Alergi

Langkah penanganan biduran pada anak yang benar

Sebelum memberikan obat untuk mengurangi gejala biduran yang muncul pada Si Kecil, Bunda dapat melakukan langkah-langkah berikut ini guna untuk memberikan rasa nyaman agar Si Kecil tidak rewel. Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

  1. Hindari pemicu alergi

Langkah pertama yang wajib Bunda lakukan saat Si Kecil mengalami biduran adalah menghindari pemicu alergi, Bun. Jika biduran disebabkan oleh udara, Bunda bisa mengatur suhu ruangan dan menyiapkan pakaian yang nyaman untuk Si Kecil.

Apabila biduran pada Si Kecil disebabkan oleh makanan, sebaiknya hentikan memberikan makanan tersebut untuk sementara waktu. Sambil melihat kondisi biduran Si Kecil dan melakukan langkah penanganan berikutnya.

  1. Oleskan losion atau bedak untuk mengurangi rasa gatal

Langkah berikutnya adalah memastikan Si Kecil tetap merasa nyaman dengan mengurangi rasa gatal menggunakan losion atau bedak. Cara ini dilakukan karena rasa gatal yang disebabkan biduran bisa membuat Si Kecil menggaruknya yang kemudian akan menjadi iritasi. Namun perlu diingat, perhatikan juga losion dan bedak yang digunakan agar tidak menambah buruk kondisi biduran pada Si Kecil.

  1. Ganti pakaian dengan yang lebih nyaman

Kenyamanan Si Kecil merupakan prioritas utama saat menangani kondisi biduran di kulitnya. Untuk itu, pastikan Si Kecil menggunakan pakaian dengan bahan yang lembut terutama pada bagian-bagian yang muncul bentol. Hal ini juga dilakukan agar biduran tidak menjadi iritasi akibat bergesekan dengan bahan pakaian Si Kecil.

  1. Cegah Si Kecil menggaruk kulitnya

Cara yang satu ini mungkin akan sulit dilakukan jika Si Kecil masih belum mengerti perintah yang Bunda ucapkan. Namun, Bunda bisa mengatasinya dengan memasangkan sarung tangan ke Si Kecil atau bantu mengusap-usap kulitnya agar ia merasa nyaman.

  1. Berikan obat yang cocok

Beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengobati biduran antara lain:

  • Antihistamin (CTM),
  • Kortikosteroid (Dexamethasone atau Prednisone),
  • Epinefrin biasa digunakan untuk pasien yang mengalami masalah pernapasan) dan masih banyak lagi.

Tiap dokter akan meresepkan obat yang berbeda berdasarkan tingkat kronisnya penyakit.

Bagi Si Kecil yang memang mengalami biduran kambuhan biasanya telah mengetahui penyebab munculnya bentol tersebut. Maka cara mengobati biduran agar tidak kambuh lagi, adalah dengan menghindari penyebab tersebut, misalnya saja akibat tungau, udara, makanan, debu, bulu binatang atau obat-obatan tertentu.

Pada dasarnya tiap dokter sangat menyarankan bagi Si Kecil yang biduran untuk berkonsultasi ke dokter terdekat. Karena penggunaan obat hanya untuk mengatasi gejala alergi bukan akibat alerginya. Jadi Bunda tetap harus melakukan tes alergi untuk menentukan penyebab munculnya biduran pada Si Kecil, kemudian menghindari berbagai penyebab tersebut.

 

 Baca juga: Tes Kondisi Alergi Si Kecil di Sini, Bun!