Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > masa, sih, si kecil bisa alami insomnia? cari tahu di sini

masa, sih, si kecil bisa alami insomnia? cari tahu di sini

MASA, SIH, SI KECIL BISA ALAMI INSOMNIA? CARI TAHU DI SINI

Dalam proses tumbuh kembang Si Kecil, tidur ternyata memegang peran yang sama penting dengan nutrisi serta stimulasi. “Hormon pertumbuhan diproduksi dan dikeluarkan tubuh pada saat Si Kecil tertidur lelap,” jelas Judith Owens, M.D, director of sleep medicine di Children’s National Medical Center di Washington DC. Pernyataan tersebut mengukuhkan bahwa nutrisi, stimulasi, dan cukup tidur dibutuhkan Si Kecil dalam masa pertumbuhannya sehingga ia dapat mencapai hasil yang optimal.

Ternyata, insomnia tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, tetapi juga anak-anak. Insomnia anak adalah gangguan tidur pada Si Kecil di mana ia sulit memejamkan mata atau sering terbangun di tengah malam. Kurang tidur yang sering terjadi dan berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik maupun psikis Si Kecil.

Selain sulit terlelap, gejala insomnia pada anak juga dapat berupa:

  • Kerap mengantuk pada siang hari
  • Hiperaktif
  • Sulit konsentrasi
  • Masalah pada ingatan
  • Suasana hati berubah-ubah
  • Lebih agresif
  • Sering melakukan kesalahan atau ceroboh

Untuk mengatasi insomnia pada anak, cari tahu dulu penyebabnya. Apa saja faktor penyebab insomnia pada anak? Simak penjelasan berikut ini:

  1. Stres

Seperti orang dewasa, anak juga dapat mengalami stres. Jangan ragu untuk terlibat di dalam kehidupan anak. Dengan ini, anak akan merasa nyaman berbagi cerita mengenai keseharian dan perasaannya. Tanya mengenai sekolah atau temannya. Anak rentan mengalami rasa cemas berlebih, ini dapat memicu terjadi stres dan berujung pada insomnia.

  1. Kafein

Kafein merupakan zat stimulan yang memengaruhi sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan gangguan tidur pada orang dewasa, anak, maupun bayi (termasuk bayi yang disusui oleh ibu yang mengonsumsi minuman berkafein). Batasi cokelat dan teh kemasan karena senyawa kafein tersembunyi di dalam makanan-makanan tersebut.

  1. Efek samping dari pengobatan

Pengobatan untuk suatu penyakit juga bisa menyebabkan insomnia. Contohnya, obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan hiperaktif pada anak dapat mengakibatkan sulit tidur.

  1. Faktor-faktor lingkungan

Kebisingan, suhu yang terlalu dingin atau panas, dan tingkat penerangan lampu di kamar anak berpotensi mengganggu tidur. Keberadaan alat-alat elektronik juga bisa menjadi salah satu penyebab. Pastikan kondisi kamar tidur nyaman agar Si Kecil lebih mudah terlelap.

 

Di bawah ini adalah beberapa tindakan yang dapat dilakukan Ayah dan Bunda untuk membantu Si Kecil agar lebih mudah tidur, antara lain:

 

  • Tempat tidur hanya untuk tidur. Jangan biarkan ia membaca, mengerjakan PR, atau menonton TV di tempat tidur.
  • Ajak ia bicara sebelum tidur. Pilih topik yang seru dan menyenangkan. Hindari berdiskusi terlalu serius mengenai isu yang bisa mencemaskannya.
  • Bantu anak untuk relaksasi, misalnya mengusap punggungnya sekaligus mengoleskan minyak dengan wangi lembut agar ia merasa nyaman
  • Hindari penggunaan televisi atau gawai (gadget) di kamar anak
  • Hindari aktivitas fisik yang berat beberapa jam jelang waktu tidurnya
  • Biasakan Si Kecil tidur dengan pencahayaan seminim mungkin.

 

Jangan remehkan gangguan tidur pada Si Kecil, segera cari penyebab dan solusinya agar ia tetap mendapatkan istirahat yang cukup. Ini akan membantu menunjang proses tumbuh kembangnya agar berjalan optimal.