Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > kulit si kecil terkena ruam? kenali penyebab dan cara mengatasinya

kulit si kecil terkena ruam? kenali penyebab dan cara mengatasinya

Kulit Si Kecil Terkena Ruam? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Hampir setiap orang tua tentu pernah menemukan adanya bintik merah atau ruam kemerahan di wajah Si Kecil. Bagi Bunda yang baru saja memiliki bayi, munculnya bintik merah atau ruam pada bayi pasti membuat Bunda jadi sangat khawatir.

Selain mengganggu penampilan imutnya, ternyata kondisi ini juga berpengaruh terhadap kenyamanan Si Kecil, lho. Masih banyak orang tua yang bingung dan menebak penyebab dari ruam pada bayi tersebut.

 

Apakah kemerahan itu diakibatkan oleh reaksi alergi, infeksi, atau yang lainnya? Jangan cemas dulu Bun, karena penyebabnya ada bermacam-macam, begitu juga gejala yang dirasakan. Apakah bintik merah terasa gatal atau nyeri? Apakah ada demam atau gejala lainnya? Atau apakah ruam muncul setelah Si Kecil mengonsumsi makanan tertentu?

 

Yuk, Bun, kenali penyebab dan jenis ruam pada bayi. Karena dengan mengetahui penyebab dan jenisnya, kita menjadi lebih tahu apa yang harus dilakukan untuk menanganinya.

 

 Baca juga: Fakta Alergi Makanan yang Wajib Bunda Ketahui

   

Biang Keringat

Bintik merah pada kulit Si Kecil dapat disebabkan oleh biang keringat. Biang keringat  dalam bahasa medis dikenal dengan miliaria. Miliaria adalah penyakit kulit yang ditandai dengan kemerahan, muncul papul (bintil-bintil), dan terasa gatal. Penyebab dari miliaria adalah sumbatan dari kelenjar keringat akibat dari kondisi udara yang panas dan lembab. MIliaria umum terjadi pada anak dan bayi karena fungsi kelenjar keringat mereka yang belum sempurna.

 

Campak

Campak adalah penyakit virus yang sangat menular. Si Kecil dapat terinfeksi campak apabila belum mendapatkan vaksinasi. Penyakit ini umumnya menyerang anak yang berusia satu hingga empat tahun.

 

Campak didahului oleh demam selama kurang lebih tiga hari. Kemudian bintik merah akan muncul mulai dari belakang telinga, wajah, leher, lengan, tungkai dan seluruh tubuh. Selain itu, campak juga mengakibatkan munculnya gejala batuk, mata merah, dan pilek.

 

Gigitan Serangga

Seperti yang kita ketahui, gigitan serangga akan menimbulkan bentol kemerahan yang terasa gatal. Biasanya berawal dari gigitan nyamuk atau kutu yang ada di sekitar tempat tidur Si Kecil. Untuk mencegah Si Kecil digigit nyamuk, Bunda dapat mengoleskan krim anti nyamuk pada kulit Si Kecil yang diformulasikan khusus untuknya atau taruh minyak lavender di kamar Si Kecil. Selain itu, gunting pendek kuku Si Kecil agar tidak menggaruk dan menimbulkan luka.

 

 Baca juga: Bun, Gigitan Serangga Bisa Sebabkan Alergi pada Si Kecil, Lho!

 

Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik atau biasa kita sebut sebagai eksim adalah kelainan kulit yang disebabkan oleh alergi. Bunda patut berhati-hati jika terdapat salah satu anggota keluarga yang memiliki riwayat alergi ini, karena Si Kecil berisiko terkena juga. Gejala yang muncul adalah ruam merah yang kering, bersisik dan gatal. Lama kelamaan akan menebal dan jika digaruk terus menerus akan menimbulkan luka.

 

Pada bayi, bintik merah atau ruam biasanya hanya muncul di wajah. Tapi pada kasus yang berat bisa menyebar ke seluruh tubuh. Pada anak yang lebih besar, kemerahan muncul di area lipat siku atau lutut. Apabila tidak mendapat penanganan tepat, kemerahan bisa menyebar ke seluruh tubuh.

 

Pemicu dermatitis atopik umumnya adalah makanan, seperti susu sapi, makanan laut, kacang, dan telur. Dermatitis atopik dapat diatasi dengan krim dan obat minum dari dokter. Selain itu, Si Kecil juga harus memantang makanan penyebab agar alergi tak sering kambuh.

 

Dermatitis Seboroik

Atau disebut juga cradle cap adalah kulit kering yang berwarna merah atau kekuningan, di mana terdapat sisik-sisik kulit yang mengelupas di atasnya. Paling sering ditemukan di kulit kepala (menyerupai ketombe) dan bisa juga terdapat di atas alis, sekitar telinga, dan leher. Seperti halnya jerawat bayi, dermatitis ini juga disebabkan karena hormon ibu yang memicu produksi berlebih dari kelenjar minyak bayi. Anda dapat melepaskan sisik-sisik tersebut dengan menggunakan baby oil dan sisir lembut.

 

 Baca juga: Apakah Faktor Genetik jadi Satu-satunya Penyebab Alergi Si Kecil?

 

Urtikaria

Urtikaria atau biduran adalah kelainan kulit berupa bentol-bentol kemerahan dengan warna putih di tengahnya. Bentol tersebut terasa gatal, timbul mendadak, dan umumnya berjumlah banyak. Urtikaria disebabkan oleh alergi, yang dapat dicetuskan oleh berbagai penyebab seperti makanan, udara dingin, kutu, lateks, obat, atau panas.

Bintik merah pada bayi ini umumnya dapat hilang sendiri tanpa mengonsumsi obat. Jika belum hilang, dapat diobati dengan obat antihistamin. Meskipun demikian, obat anti alergi bukanlah solusi utama. Bunda harus menelusuri penyebab urtikaria pada Si Kecil dan menghindarinya agar biduran tidak datang kembali.

 

 Baca juga: Mengenal Biduran pada Si Kecil dan Cara Mengatasinya

 

Impetigo

Impetigo disebabkan oleh infeksi bakteri pada kulit. Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak, terutama yang berusia dua hingga enam tahun. Impetigo sangat menular dan dapat menyebar melalui kontak langsung. Selain itu, impetigo mudah menjangkit anak yang telah memiliki alergi di kulit sebelumnya, tinggal di negara beriklim tropis, atau yang kurang menjaga kebersihan dengan baik.

 

Kelainan yang terjadi adalah luka dan koreng berwarna merah kecoklatan yang terdapat di sekitar hidung dan mulut. Untuk pengobatannya, dapat diberikan krim antibiotik atau antibiotik minum untuk kelainan yang lebih luas.

 

Kesamaan dari penyebab bintik merah pada bayi ini adalah semua menyebabkan gatal. Jadi pastikan kuku Si Kecil dipotong dengan rutin agar gerakan menggaruknya tidak menyebabkan luka. Adanya luka berarti Si Kecil berisiko terkena infeksi lanjutkan karena invasi kuman baru.

 

 Baca Juga: Si Kecil Merasa Gatal Setelah Bersentuhan, Alergi?

 

Jerawat Bayi

Bentuk jerawat bayi tidak seperti ruam melainkan bulat kecil seperti jerawat pada umumnya, serta berwarna putih atau kemerahan. Dapat ditemukan di area pipi, dahi, dagu, bahkan kadang di punggung. Kondisi ini mulai muncul pada bayi yang berusia dua minggu hingga satu bulan.

 

Jerawat pada bayi bukan disebabkan oleh infeksi seperti pada remaja dan dewasa, melainkan karena pengaruh hormon ibu yang masih terbawa oleh bayi. Kondisi ini dapat diperparah jika terpapar keringat, air liur, susu, kain yang kasar, atau detergen pakaian yang keras. Umumnya, jerawat ini akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan, paling lambat di usia tiga bulan. Oleh karena itu, hindari penggunaan krim atau obat-obatan tertentu sebelum berkonsultasi dengan dokter.

 

 Baca Juga: Yuk Lakukan Tes Alergi untuk Bunda dan Si Kecil

 

 

Cara Mengatasi Ruam pada Bayi 

 

Bintik merah maupun ruam pada bayi memiliki cara penanganan yang berbeda, tergantung penyebabnya, Bun. Namun, ada beberapa langkah secara umum, yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi bintik merah atau ruam pada bayi.

Berikut ini langkah-langkahnya: 

  1. Bunda dapat menggunakan krim atau lotion pelembab kulit yang aman untuk Si Kecil. Oleskan secara teratur agar Si Kecil merasa nyaman.
  2. Gunakan bedak bayi pereda rasa gatal  khusus untuk Si Kecil.
  3. Jika bintik merah atau ruam yang muncul pada bagian wajah atau mulut Si Kecil, pastikan Bunda selalu menyeka air liurnya agar tidak semakin gatal.
  4. Selama ruam pada bayi masih muncul, kurangi interaksinya dengan orang lain agar Si Kecil tidak terpapar virus atau bakteri yang dapat memperburuk kondisi kulitnya.
  5. Jika bintik merah atau ruam muncul karena alergi, hindari asupan makanan atau minuman yang membuatnya alergi. Periksakan ia ke dokter untuk mengetahui penyebab alerginya.
  6. Pastikan Si Kecil berada di ruangan yang sejuk dan nyaman agar meminimalisir produksi keringat, hal ini dapat meringankan rasa gatal dari bintik merah tersebut.

 

Jika ruam pada bayi tak kunjung membaik, sebaiknya Bunda memeriksakan kondisi Si Kecil ke dokter spesialis anak agar dapat diketahui penyebab ruam yang lebih pasti dengan penanganan yang sesuai. Semoga bermanfaat ya, Bun! Peluk hangat untuk Si Kecil.



Baca Juga: Adakah Hubungan antara Alergi dan Kecerdasan Si Kecil?