×
Home Pop Up
Home > Cari Tahu > kenali 6 alergi yang banyak terjadi sekarang ini

kenali 6 alergi yang banyak terjadi sekarang ini

KENALI 6 ALERGI YANG BANYAK TERJADI SEKARANG INI

Si Kecil mendadak terlihat menahan sakit perut dan mengalami diare setelah mengonsumsi susu sapi. Dalam kasus lain, anak mengalami bersin-bersin, mata berair, dan hidung gatal setelah keluarganya mengadopsi seekor kucing. Kedua hal itu adalah contoh dari reaksi alergi. Alergi merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya namun sebetulnya tidak berbahaya bagi tubuh. Sesuatu yang dianggap berbahaya ini bisa berupa zat yang masuk atau bersentuhan dengan tubuh.

 

Alergen atau zat pemicu alergi hanya memiliki dampak pada orang yang memiliki alergi tersebut. Pada orang lain, alergen tersebut tidak akan memicu reaksi kekebalan tubuh. Saat pertama kali terpapar sebuah alergen, tubuh akan memproduksi antibodi karena menganggapnya sebagai sesuatu yang berbahaya. Jika tubuh kembali kontak dengan alergen yang sama, tubuh akan meningkatkan jumlah antibodi terhadap jenis alergen tersebut. Hal ini memicu pelepasan senyawa kimia dalam tubuh (histamin) dan menyebabkan gejala-gejala alergi.

 

Umumnya alergi tidak berakibat serius bagi penderitanya tetapi pada beberapa kasus, penderita alergi akan mengalami reaksi alergi yang dapat berakibat fatal. Reaksi ini dikenal dengan istilah anafilaksis. Reaksi ini umumnya akan terjadi pada seluruh tubuh dan menyebar cepat. Gejalanya antra lain pusing, sesak napas parah, pingsan akibat tekanan darah turun, denyut nadi cepat tetapi lemah, kulit dan bibir berwarna biru, pingsan, dan lainnya. Anafilaksis harus mendapat penanganan medis darurat. Hingga sekarang, para ahli belum menemukan faktor utama penyebab alergi. Namun demikian alergi bisa didapat melalui faktor keturunan. Alergi bisa muncul dan hilang.

 

Gejala alergi umumnya muncul beberapa menit setelah tubuh mengalami kontak dengan alergen. Gejala tersebut juga dapat berkembang secara bertahap dalam waktu beberapa jam. Gejala-gejala alergi yang dialami umumnya tergantung kepada jenis alergen dan cara tubuh melakukan kontak dengan alergen. Misalnya gejala alergi akibat makanan akan menyebabkan gejala muncul pada mulut atau sistem pencernaan, sedangkan alergi debu akan menyebabkan gejala pada sistem pernapasan. Berikut adalah jenis-jenis alergi:

 

  1. Alergi makanan

Alergi makanan sering dialami oleh bayi atau anak kecil dibandingkan orang dewasa. Sebagian besar penyebabnya berasal dari protein dari susu sapi, telur, kacang, gandum, dan kacang kedelai. Gejala umumnya adalah keram perut, diare, dan mual. Pada kasus yang parah, akan terjadi muntah, pembengkakan wajah dan lidah, pusing, berkeringat, dan pingsan.

 

  1. Alergi saluran pernafasan

Gejala umum alergi pernafasan adalah mata berair, gatal pada hidung, atap mulut, serta tenggorokan, batuk dan bersin-bersin. Penyebabnya bisa bermacam-macam mulai dari serbuk sari yang disebar melalui udara, debu, spora jamur, atau ludah binatang.

 

  1. Asma

Ada berbagai macam faktor dan penyebab pemicu asma, seperti virus, paparan dari lingkungan, dan alergi pada spora jamur, bulu binatang, dan kutu debu.

 

  1. Alergi kulit

Penyebab alergi kulit atau eksim belum diketahui. Tapi kemungkinan disebabkan oleh kombinasi dari beberapa kondisi seperti paparan langsung kulit dengan antigen, faktor keturunan, lemahnya sistem imun, dan gangguan fungsi kulit.

 

  1. Alergi obat-obatan

Pemicu alergi ini adalah penisilin dalam obat antibiotik. Namun demikian, tidak berarti hanya sebatas kategori obat tersebut saja. Pemicu kategori obat-obatan lainnya juga sangat mungkin dapat terjadi. Gejala yang biasanya muncul antara lain gatal pada kulit, ruam, pembengkakan pada wajah, kesulitan bernapas hingga anafilaksis.

 

  1. Alergi karena gigitan atau sengatan serangga

Selain umumnya membuat area yang digigit atau disengat menjadi bengkak, gejala alergi dapat menyebabkan munculnya gatal-gatal, batuk, sesak napas, serta reaksi anafilaksis.

 

Alergi tidak bisa disembuhkan secara langsung. Cara paling ampuh dalam mencegah alergi adalah menghindari diri dari alergen atau zat pemicunya. Namun, jika gejala telanjur muncul, ada beberapa obat antialergi yang dapat dikonsumsi untuk meredakannya. Namun, sebelum mengonsumsi obat apa pun, Bunda sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter.