Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > imunisasi: benteng pertahanan tubuh si kecil

imunisasi: benteng pertahanan tubuh si kecil

IMUNISASI: BENTENG PERTAHANAN TUBUH SI KECIL

Imunisasi adalah program pencegahan penyakit menular yang diterapkan dengan memberikan vaksin sehingga seseorang resisten terhadap penyakit tersebut. Si Kecil akan diberikan vaksin yang berisi bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan guna merangsang sistem kekebalan tubuh membentuk antibodi. Antibodi yang terbentuk setelah imunisasi akan melindungi tubuh dari serangan virus atau bakteri tersebut di masa yang akan datang. Si Kecil akan terhindar dari penyakit infeksi berbahaya sehingga ia akan memiliki kesempatan untuk bermain dan belajar.

 

Metode imunisasi beragam, ada yang diberikan dengan cara suntik, tetes, atau disemprot ke dalam mulut atau hidung. Ada yang cukup diberikan satu kali seumur hidup dan ada juga yang perlu diberikan secara berkala agar kekebalan tubuh terbentuk sempurna. Manfaat utama dari imunisasi adalah menurunkan angka kejadian penyakit, kecacatan, maupun kematian akibat penyakit-penyakit infeksi.

 

Imunisasi tidak hanya memberikan perlindungan pada individu melainkan juga pada komunitas, terutama untuk penyakit yang ditularkan melalui manusia. Misalnya, jika suatu komunitas memiliki angka cakupan imunisasi yang tinggi, komunitas tersebut memiliki imunitas yang tinggi pula. Imunisasi dapat menghemat biaya kesehatan. Dengan menurunnya angka kejadian penyakit, biaya kesehatan yang digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit tersebut pun akan berkurang.

 

Pada 2017 ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan jadwal 16 jenis imunisasi yang harus diberikan kepada Si Kecil. Jenis imunisasi terus mengalami revisi sesuai dengan kondisi di lapangan. Agar Si Kecil mendapatkan perlindungan optimal, simak informasi berikut ini:

 

  • Hepatitis B

Paling baik diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir dan didahului pemberian vitamin K (untuk mencegah terjadinya perdarahan akibat defisiensi vitamin K). Bila bayi lahir dari ibu HBsAg positif, diberikan juga immunoglobulin hepatitis B (HBIg) yang disuntikkan pada ekstremitas (tungkai) yang berbeda.

 

  • Polio

Vaksin polio oral (OPV-0) harus diberikan pada saat lahir atau saat bayi sudah pulang ke rumah. Vaksin polio selanjutnya (polio-1, polio-2, polio-3, dan polio booster) dapat diberikan dalam bentuk OPV yang diberikan lewat mulut atau IPV yang diberikan secara disuntikkan dalam otot. Namun, sebaiknya paling sedikit diberikan 1 dosis IPV.

 

  • BCG

Pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum 3 bulan, namun lebih baik bila diberikan pada umur 2 bulan. Apabila diberikan sesudah umur 3 bulan, perlu dilakukan uji tuberkulin.

 

  • DTP

Vaksin DTP pertama diberikan paling cepat pada umur 6 minggu. Dapat diberikan vaksin DTwP atau DTaP atau kombinasi dengan vaksin lain. Untuk anak yang berumur lebih dari 7 tahun, dapat diberikan vaksin Td yang perlu dilakukan booster setiap 10 tahun.

 

  • Campak

Vaksin campak kedua tidak perlu diberikan pada umur 24 bulan, apabila MMR sudah diberikan pada 15 bulan.

 

  • Pneumokokus (PCV)

- Bila diberikan pada umur 7-12 bulan, diberikan 2 kali dengan interval 2 bulan (ditambah booster pada umur lebih dari 12 bulan atau minimal 2 bulan setelah dosis terakhir)

- Bila diberikan pada umur lebih dari 1 tahun, diberikan 1 kali (ditambah booster minimal 2 bulan setelah dosis terakhir)

- Bila diberikan pada anak di atas 2 tahun, cukup diberikan 1 kali

 

  • Rotavirus

- Monovalen (vaksin yang menggunakan satu strain virus) diberikan 2 kali: Dosis pertama diberikan pada umur 6-14 minggu, dosis kedua harus diberikan minimal setelah 4 minggu (sebaiknya selesai sebelum umur 16 minggu dan tidak melampaui umur 24 minggu)

- Pentavalen (vaksin yang menggunakan lima strain virus)  diberikan 3 kali: Dosis pertama diberikan pada umur 6-14 minggu, dosis kedua dan ketiga harus diberikan minimal setelah 4-10 minggu, dosis ketiga diberikan pada umur kurang dari 32 minggu

 

  • Varisela

Dapat diberikan setelah anak berumur 12 bulan (namun sebaiknya diberikan pada umur sebelum masuk sekolah dasar). Bila diberikan pada anak berumur lebih dari 12 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

 

  • Influenza

Vaksin influenza diberikan pada umur minimal 6 bulan, diulang setiap tahun. Untuk imunisasi pertama kali (primary immunization) pada anak berumur kurang dari 9 tahun, diberikan dua kali dengan interval minimal 4 minggu.

 

  • Human Papiloma Virus (HPV)

Vaksin HPV dapat diberikan mulai umur 10 tahun. Vaksin HPV bivalen (vaksin yang menggunakan dua strain virus)   diberikan tiga kali dengan interval 0, 1, 6 bulan; vaksin HPV tetravalen  (vaksin yang menggunakan empat strain virus)  dengan interval 0, 2, 6 bulan.

 

Agar Si Kecil mendapat perlindungan maksimal, pastikan Bunda mengikuti tabel jadwal imunisasi rekomendasi IDAI dengan seksama.