×
Home Pop Up
Home > Cari Tahu > gatal di kulit karena sentuhan, mungkinkah alergi?

gatal di kulit karena sentuhan, mungkinkah alergi?

Gatal di Kulit Karena Sentuhan, Mungkinkah Alergi?

Anak Anda tidak sengaja bersentuhan dengan suatu benda, kemudian timbul gatal-gatal kemerahan, bengkak, bahkan muncul bintik-bintik berisi cairan? Kemungkinan, reaksi tersebut merupakan alergi urtikaria atau biasa disebut dermatitis kontak alergi.

Dermatitis kontak alergi merupakan reaksi sensitifitas akibat kontak atau sentuhan kulit dengan suatu alergen, yakni bahan yang dapat menyebabkan alergi. Beberapa bahan yang dapat menyebabkan alergi bermacam-macam. Bisa jenis tanaman tertentu, nikel, sarung tangan berbahan karet, bahan cat warna rambut, bahan pakaian, bahan pengawet yang terkandung dalam kosmetik, parfum atau wewangian, obat-obatan tertentu, dan tabir surya.

Mereka yang mengidap alergi ini rentan timbul ruam merah pada kulit jika bersentuhan dengan bahan-bahan tertentu yang telah dipaparkan di atas. Bahkan saking sensitifnya, tekanan pada kulit seperti saat duduk di kursi atau memakai pakaian yang terlalu ketat juga dapat memicu reaksi gatal-gatal.

Selain dermatitis kontak alergi, juga ada urtikaria yang dapat menimbulkan lesi atau pembengkakan berukuran besar, kemerahan, serta terasa gatal. Hal tersebut bisa disebut sebagai reaksi biduran.

Sebagian besar, kasus timbulnya urtikaria tidak diketahui penyebab pastinya. Namun umumnya, penyebab urtikaria antara lain karena infeksi, ulat, mengonsumsi makanan yang dapat menimbulkan alergi seperti kerang, ikan, telur, keju, cokelat, kacang, dan tomat. Lainnya, bisa akibat mengonsumsi obat-obatan tertentu, paparan langsung kulit terhadap tekanan, baik suhu dingin maupun panas, stres emosional, olahraga, dan kehamilan.

Penderita dermatitis kontak alergi dan urtikaria biasanya ditangani dengan menggunakan obat steroid untuk mengurangi peradangan, anti alergi untuk mencegah alergi timbul kembali, dan obat-obatan topikal yang dioleskan pada kulit untuk mengurangi rasa gatal.

Sayangnya, penyakit alergi pada anak hingga kini masih sulit disembuhkan. Namun, Bunda hanya dapat menghindari bahan-bahan penyebab alergi untuk mengendalikan agar alergi tersebut tidak muncul secara berulang dan terus-menerus. Sebaiknya, Anda juga mengunjungi dokter untuk dilakukan tes alergi, sehingga dapat menentukan pengobatan yang tepat sesuai penyebabnya.

*Catatan: Dermatitis (peradangan kulit) memiliki beberapa tipe: Contact dermatitis, Nummular dermatitis, Atopic dermatitis (eksim), Seborrheic dermatitis, Stasis dermatitis

 Allergic contact dermatitis atau dermatitis kontak alergi adalah alergi yang terjadi ketika kulit bersentuhan dengan bahan pemicu alergi. Reaksinya bisa menybabkan kulit gatal dan merah.

Dermatitis atopik atau eksim susu, adalah radang kulit berulang yang disertai gatal pada bayi dan dan anak. Kelainan kulit berupa bintil-bintil kemerahan, gatal, yang kemudian bila berlangsung lama (kronik), kulit menjadi kering, bersisik, luka-luka atau menebal dan menjadi kehitaman.