×
Home Pop Up
Home > Cari Tahu > faktor genetik, apakah satu-satunya penyebab alergi?

faktor genetik, apakah satu-satunya penyebab alergi?

Faktor Genetik, Apakah Satu-satunya Penyebab Alergi?

“Coba, deh, orangtuanya alergi apa? Pasti menurun ke anaknya.” Ucapan yang demikian sering Bunda dengar dalam percakapan sehari-hari. Apakah betul demikian?

Genetik atau faktor keturunan memang memegang peranan penting sebagai faktor risiko alergi. Jika seseorang memiliki salah satu atau kedua orangtua yang alergi, ia akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk terkena alergi juga. Meski demikian, hal tersebut belum tentu akan terjadi.

Reaksi alergi terjadi disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi berlebihan terhadap suatu bahan yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh. Sistem kekebalan tubuh akan mengeluarkan imunoglobulin E (IgE), antibodi yang akan memicu terjadinya peradangan dan menimbulkan gejala alergi.

Jika salah satu orangtua Si Kecil memiliki alergi, maka ia berisiko terkena alergi sebesar 20-40 persen, sementara Si Kecil yang kedua orangtuanya alergi memiliki risiko sedikit lebih tinggi, yakni 40-60 persen. Si Kecil yang memiliki saudara yang alergi juga berisiko tinggi, yakni 25-35 persen. Namun, alergi yang dimiliki Si Kecil tidak selalu sama dengan orangtua dan saudaranya.

Faktor keturunan bukan satu-satunya faktor risiko penentu alergi. Si Kecil yang lahir dalam keluarga tanpa riwayat alergi masih tetap berisiko terkena alergi sebesar 5-15 persen. Ini bisa disebabkan oleh faktor lingkungan, seperti kebersihan, cuaca, makanan, dan lainnya.

Jika Si Kecil memiliki alergi, maka ia akan menjalani perjalanan alergi yang disebut allergic march, yakni suatu perubahan pola alergi yang terjadi sesuai dengan usia. Misalnya, saat masih bayi alergi timbul dalam bentuk ruam-ruam merah di pipi yang gatal; pada usia tertentu saat balita, ruam tersebut akan hilang, namun berganti kepada dermatitis atopik, asma, dan rinitis alergi.

Oleh karena itu, terlepas adanya faktor riwayat alergi dalam keluarga, kita harus tetap waspada dan memerhatikan apabila ada gejala alergi yang timbul pada Si Kecil, agar dapat cepat didiagnosis dan ditangani oleh dokter.