×
Home Pop Up
Home > Cari Tahu > dapatkan lingkungan bebas alergi dengan cara ini

dapatkan lingkungan bebas alergi dengan cara ini

DAPATKAN LINGKUNGAN BEBAS ALERGI DENGAN CARA INI

Pernah tidak Bunda mendapati Si Kecil mendadak bersin-bersin, matanya berair, dan gatal-gatal tanpa sebab yang jelas? Kemungkinan besar ia memiliki alergi terhadap sesuatu yang ada di lingkungannya.

Alergi adalah reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh yang dipicu oleh alergen. Sistem kekebalan tubuh menyerang zat yang dianggap berbahaya meskipun sebenarnya tidak berbahaya. Sebagai akibat dari serangan tersebut adalah munculnya gejala-gejala pada tubuh Si Kecil. Di lingkungan sekitar kita ada banyak alergen yang tanpa disadari mengintai Si Kecil, misalnya alergen di udara, makanan, pakaian, sofa, dan lain-lain.

Gejala alergi yang ditimbulkan alergen dapat berupa gejala pernapasan misalnya batuk, atau pilek hingga sesak napas. Dapat pula menimbulkan gejala di kulit seperti ruam merah, bentol, dan bengkak. Tak sampai di situ, pada sistem pencernaan pun dapat timbul gejala alergi yaitu diare, nyeri perut, dan kembung.

Apabila Ayah atau Bunda memiliki alergi, maka harus ekstra berhati-hati karena Si Kecil kemungkinan besar juga mewarisi bakat yang sama. Apa saja, sih, yang harus diperhatikan? Simak bahasannya berikut ini:

Debu dan Tungau

Seringkali Si Kecil alergi terhadap debu dan tungau. Jika memang demikian, Bunda harus rutin membersihkan rumah dengan detail; perabotan dan lantai sering dilap, seprai dan selimut harus sering diganti, kasur dijemur secara berkala, dan hindari penggunaan karpet serta memajang boneka berbulu di kamar tidur karena berpotensi menjadi sarang debu.

Apabila rumah Bunda terletak di jalan besar yang dilalui banyak kendaraan, langkah yang bijak adalah tidak sering-sering membuka jendela agar debu jalanan tidak masuk ke dalam rumah. Bunda juga bisa menggunakan alat penyaring udara di ruangan yang sering digunakan Si Kecil beraktivitas, misalnya di kamar tidur.

Hewan Peliharaan

Memelihara binatang di rumah memang mempunyai banyak manfaat tetapi beberapa jenis binatang tertentu, terutama yang berbulu seperti kucing dan anjing, justru bisa jadi menyimpan alergen.

Jika Si Kecil miliki alergi, sebaiknya hindari memelihara binatang berbulu di rumah. Namun jika memang ingin memelihara binatang peliharaan, pastikan Bunda sering memandikan binatang kesayangan dengan menggunakan sampo antikutu. Selain itu, di rumah harus ada area khusus untuk binatang peliharaan. Jangan biarkan anjing atau kucing masuk ke kamar tidur.

Bau-bauan Menyengat

Tahukah Bunda kalau bau dengan aroma yang menyengat seperti pengharum ruangan, parfum, asap rokok, dan bau masakan tertentu dapat menimbulkan alergi?

Buatlah peraturan dilarang merokok di dalam rumah. Bau dan residu rokok akan menempel pada perabotan rumah dan berpotensi menimbulkan gejala alergi. Jika ada tamu atau anggota keluarga yang ingin merokok, persilakan mereka untuk melakukannya di area luar rumah.

Hindari penggunaan pengharum ruangan dan parfum yang berbau menyengat jika akan berkontak dengan Si Kecil yang sensitif. Jika Bunda sedang memasak, tutuplah pintu dapur dan pasanglah exhaust (alat pembuangan asap) di dapur.

Kecoa

Ternyata kecoa adalah salah satu penyebab alergi dan asma tersering. Kecoa menghasilkan air liur, kulit mati, dan kotoran yang berpotensi menjadi alergen. Ini sebabnya Bunda harus memastikan agar sampah tidak menumpuk di rumah serta sudut-sudut rumah dibersihkan dengan seksama.

Melihat penjelasan di atas, berarti salah satu kunci penting mencegah alergi kambuh adalah dengan menjaga kebersihan lingkungan. Jadi, pastikan Bunda memerhatikan detail kebersihan di lingkungan rumah agar keluarga terjaga kesehatannya, ya. Yuk, kita mulai sekarang.