×
Home Pop Up
Home > Cari Tahu > cara tepat tangani alergi kacang pada si kecil

cara tepat tangani alergi kacang pada si kecil

CARA TEPAT TANGANI ALERGI KACANG PADA SI KECIL

Kacang adalah bahan makanan yang mudah ditemukan di Indonesia. Variasi menu makanan berbahan dasar kacang juga beragam. Namun sayangnya ada studi yang memerlihatkan bahwa penderita alergi kacang meningkat dua kali lipat dalam sepuluh tahun belakangan.

Alergi kacang adalah reaksi alergi yang terjadi akibat tubuh menyalahartikan makanan berbahan dasar kacang sebagai alergen yang berbahaya. Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi melawan alergen tersebut. Alergi kacang dapat menyebabkan gejala yang bervariasi, mulai dari yang ringan-sedan seperti bersin-bersin, biduran, ruam merah gatal di kulit, mata dan bibir bengkak, diare, mual muntah, nyeri perut, sesak napas hingga yang berat seperti reaksi anafilaksis. Reaksi yang berpotensi mengancam jiwa ini dapat menyebabkan sumbatan jalan napas akibat pembengkakan pita suara, penurunan drastis tekanan darah, pingsan, hingga kematian.

Untuk Si Kecil yang memiliki gejala ringan, konsumsi kacang dalam jumlah banyak baru akan menimbulkan gejala alergi. Sebaliknya, untuk Si Kecil yang memiliki alergi berat, konsumsi sedikit kacang saja sudah dapat memicu terjadinya reaksi yang cukup parah. Umumnya, kacang dapat menimbulkan alergi jika tertelan dari makanan. Tetapi ada sebagian orang yang timbul alergi ketika menghirup partikel kacang.

Potensi terserang alergi kacang akan lebih tinggi pada:

  • Anak-anak, dan biasanya dimulai pada saat berusia 14 bulan hingga 2 tahun dan berlanjut hingga dewasa.

 

  • Dewasa yang pernah terserang alergi kacang atau alergi makanan lainnya saat masih anak-anak. Tidak seperti alergi lainnya, alergi terhadap kacang cenderung menetap dan tidak dapat dihilangkan atau disembuhkan. Hanya sekitar 20 persen penderita yang mampu sembuh saat beranjak dewasa.

 

  • Orang yang memiliki keluarga dengan riwayat alergi kacang atau alergi makanan lainnya.

 

  • Orang yang memiliki kondisi dermatitis atopik atau sensitivitas yang berlebihan pada kulit.

 

Apabila Bunda ingin memastikan apakah Si Kecil alergi kacang atau tidak, ada beberapa hal yang dapat dilakukan seperti:

  • Membuat catatan harian makanan

Catatlah jenis makanan yang dikonsumsi oleh Si Kecil setiap harinya, beserta jamnya. Jika memungkinankan, catat pula kandungan bahan yang ada di dalam makanan tersebut untuk memudahkan.

  • Diet eliminasi

Coba hilangkan kacang dari menu makanan sehari-hari Si Kecil selama satu hingga dua minggu. Setelah itu, berikan kembali kacang kepadanya. Jika alergi muncul, berarti terbukti ia alergi kacang. Jika tidak ada reaksi alergi yang timbul, kemungkinan ia alergi terhadap bahan makanan lain.

 

Apabila Bunda curiga Si Kecil alergi, segera konsultasi ke dokter anak. Selain memberikan obat untuk meredakan gejala alerginya, dokter juga akan melakukan pemeriksaan berikut untuk menemukan penyebab alergi Si Kecil:

  1. Uji kulit

Sejumlah kecil ekstrak dari berbagai zat akan dicukitkan ke kulit. Jika timbul gejala alergi, akan timbul bentol atau kemerahan pada kulit.

  1. Pemeriksaan darah

Darah Si Kecil akan diambil untuk memeriksa imunoglobulin E, baik total maupun spesifik, agar diketahui seberapa besar bakat alerginya.

Apabila dokter sudah memberikan diagnosisnya, maka Si Kecil harus memantang makanan yang menjadi alergen. Bunda bisa bertanya kepada dokter mengenai makanan pengganti yang bisa dikonsumsi Si Kecil agar asupan gizinya tetap terjaga.

ARTIKEL LAINNYA

Mohon maaf, artikel lainnya tidak ditemukan.