×
Home Pop Up
Home > Cari Tahu > benarkah bayi yang lahir caesar rentan alergi?

benarkah bayi yang lahir caesar rentan alergi?

Benarkah Bayi yang Lahir Caesar Rentan Alergi?

Si Kecil mudah sekali kena alergi, apa ini ada hubungannya karena ia lahir dari proses kelahiran caesar?

Bayi yang lahir lewat persalinan normal, cenderung memiliki kekebalan tubuh lebih tinggi dari bayi yang lahir caesar. Kenapa? Karena persalinan normal memberikan kekebalan yang alami dari jalan lahir Ibu.

Bonding serta Inisiasi Menyusui Dini (IMD) yang kini marak digalakkan di berbagai rumah sakit bersalin pun juga menjadi alasan mengapa bayi yang dilahirkan secara normal mendapat proteksi lebih awal dan berlimpah dibanding dengan c-section baby. Itu dikarenakan Ibu rentan terserang postpartum syndrome di mana bayi tidak bisa segera berdekapan dengan ibunya. Sehingga, proses menyusui menjadi lebih sulit. (womenhealthcaretopics.com)

Inilah kenapa, bayi yang lahir melalui proses kelahiran caesar cenderung mudah menderita alergi, seperti asma. Pernyataan ini dikuatkan dengan hasil penelitian dari Universitas Puerto Rico dan Universitas Colorado yang mengatakan bahwa bayi yang lahir melalui proses caesar berisiko dua kali mengidap alergi makanan ketimbang bayi dari proses persalinan normal. Mereka pun rentan menderita masalah pencernaan dan asma.

Turut menambahkan, Dr. Christine Cole Johnson dari Henry Ford Hospital Amerika Serikat mengatakan bahwa bayi yang lahir melalui operasi C-section memiliki peluang terkena alergi di saat usianya beranjak dua tahun dan memiliki risiko timbul alergi lima kali lebih besar dari anak dengan kelahiran normal. Ia telah melakukan pengamatan pada 1.258 bayi dan memperkuat penelitiannya saat bayi-bayi tersebut berusia 12 bulan hingga enam tahun.

Itulah mengapa, para peneliti menyimpulkan bahwa kemungkinan besar bayi terpapar bakteri saat proses operasi melahirkan. Inilah yang kemudian memengaruhi sistem kekebalan tubuh bayi.

Namun, menurut Ibu Robin, founder Klinik Bumi Sehat di Ubud-Bali, jika proses operasi dilakukan dengan baik, steril, memiliki perencanaan yang bagus, serta Ibu dan bayi diizinkan melakukan IMD segera setelah dilahirkan, risiko rentan alergi anak ataupun masalah-masalah lain pada bayi bisa dikurangi.