Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > benarkah alergi pengaruhi kecerdasan dan perilaku si kecil?

benarkah alergi pengaruhi kecerdasan dan perilaku si kecil?

Benarkah Alergi Pengaruhi Kecerdasan dan Perilaku Si Kecil?

Alergi pada Si Kecil bukanlah masalah yang sederhana. Dampak alergi ternyata tidak hanya terbatas pada gejala-gejala yang timbul, yakni batuk, pilek, atau gatal pada kulit, saja. Tetapi juga dapat memengaruhi aspek lain yang lebih luas dan kompleks, seperti kecerdasan dan perilaku Si Kecil.

Apakah sebetulnya alergi itu? Alergi adalah kumpulan gejala sebagai akibat reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang dianggap berbahaya tapi sebenarnya tidak berbahaya. Alergi bisa disebabkan oleh satu atau beberapa pencetus. Beberapa hal yang dikenal sebagai pencetus alergi adalah debu, bulu binatang, makanan, gigitan serangga, dan lain-lain. Gejala yang umumnya timbul antara lain ruam merah pada kulit yang  gatal, bibir dan mata bengkak, batuk, pilek, diare, dan lainnya.

Menurut beberapa penelitian yang dilakukan oleh para ahli, Si Kecil yang memiliki kondisi alergi juga dapat mengalami gangguan kecerdasan dan perilaku. Contohnya gangguan daya ingat, gagap, kurang konsentrasi, hiperaktif, impulsif, lemas, gangguan emosi hingga autisme.

Dampak alergi hingga bisa mengganggu kecerdasan dan perilaku Si Kecil ini disebabkan oleh berbagai faktor. Beberapa penelitian memerlihatkan bahwa alergi dapat mengganggu perkembangan otak. Selain itu, gejala alergi yang parah seperti batuk, gatal, dan bersin sangat menganggu Si Kecil sehingga mengakibatkan ia sulit berkonsentrasi dan menyerap pelajaran. Gejala alergi juga dapat mengganggu tidur malam Si Kecil, sehingga ia akan bangun dalam keadaan lemas dan tidak segar pada keesokan harinya. Hal tersebut membuat kondisi fisik dan mentalnya tidak prima.

Alergi juga dapat menimbulkan keterlambatan bicara yang terjadi pada 3-15 persen anak. Satu persen di antaranya menjadi tidak bisa berbicara, 30 persen dapat pulih dengan sendirinya, dan 69 persen di antaranya mengalami gangguan berbahasa, kognitif, dan keluhan belajar lainnya. Gangguan bicara yang berat dapat terjadi pada Si Kecil di bawah usia satu tahun yang mengalami gejala alergi terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.

Selain itu, alergi dapat mempengaruhi mood dan membuat Si Kecil menjadi agresif, hiperaktif, mudah marah atau histeris, dan sering berteriak. Sebaliknya, Si Kecil yang alergi ada juga yang berubah menjadi pemalu, sulit bergaul, dan menarik diri dari lingkungan.

Setelah membaca penjelasan di atas, jelas sudah besarnya dampak alergi untuk Si Kecil. Oleh karena itu, penting untuk Ayah dan Bunda mengidentifikasi alergi Si Kecil sejak dini. Alergi memang belum ada obatnya hingga kini, tetapi penanganan yang cepat dan tepat memegang peran penting dalam pencegahan kekambuhan. Apabila Bunda mencurigai Si Kecil alergi, segeralah berkonsultasi kepada dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.