Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > bantal dan sprei khusus untuk cegah alergi, perlukah?

bantal dan sprei khusus untuk cegah alergi, perlukah?

Bantal dan Sprei Khusus untuk Cegah Alergi, Perlukah?

Menurut Ketua Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Zakiudin Munasir SpA(K), alergi adalah reaksi menyimpang terhadap berbagai rangsangan dari luar tubuh, salah satunya dari debu. 

Debu bisa berasal dari mana saja, juga lewat mana saja. Tungau (hewan kecil bertungkai delapan) dan debu rumah tumbuh subur di lingkungan yang lembap dan hangat, seperti tempat tidur, bantal, dan karpet. Sangat berbahaya jika debu dan tungau hinggap di kamar anak.

Mencegah alergi anak yang timbul lewat debu, sebenarnya mudah. Cukup membersihkan benda yang berdebu secara rutin dan benar. Tak perlu bantal dan sprei khusus. Hanya saja, memang ada pilihan bahan yang lebih preventif mengatasi debu dan tungau.

Meski tempat tidur Si Kecil terlihat bersih, bukan berarti bebas debu dan tungau, lho! Pastikan Anda mencuci bantal dan gulingnya setiap tiga bulan dan ganti setiap enam hingga 12 bulan sekali. Pilihlah bantal bulu bukan sintetis, karena setelah 12 bulan, bantal sintetis memiliki konsentrasi alergi dari tungau lebih besar dibandingkan dengan bantal bulu.

Untuk kasur, ganti dan cuci sprei secara rutin, minimal tiga hingga seminggu sekali. Ganti kasur setiap delapan hingga 10 tahun, lalu bersihkan dengan vakum dan jemur di bawah sinar matahari langsung tiap enam bulan untuk mematikan tungau atau kutu kasur yang bisa memicu asma, alergi, eksim, bahkan radang conjunctiva mata. Dengan begitu, Si Kecil pun bebas alergi!