Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > badan gatal usai mandi, mungkinkah alergi air?

badan gatal usai mandi, mungkinkah alergi air?

Badan Gatal Usai Mandi, Mungkinkah Alergi Air?

Mandi merupakan rutinitas wajib untuk menjaga tubuh anak tetap bersih dan sehat. Aktivitas harian ini dapat membantu menghilangkan kelebihan penumpukan minyak, sel kulit mati, bakteri, dan jamur yang bisa menyebabkan infeksi dan gangguan kulit.

Namun percaya atau tidak, dalam kasus tertentu, mandi ternyata juga bisa berbalik menjadi kegiatan yang dapat mengganggu kesehatan kulit Si Kecil. Mengapa bisa begitu?

Fenomena ini hanya terjadi bagi anak yang memiliki alergi terhadap air. Jenis alergi ini tergolong langka, begitu juga jumlah penderitanya. Ia dikenal juga dengan nama aquagenic urticaria, yakni suatu gangguan kulit yang timbul akibat kontak dengan air.

Gejala atau ciri-ciri yang timbul mulai dari gatal parah hingga rasa nyeri pada kulit setelah bersentuhan dengan air.

Berbeda dengan jenis alergi pada anak lainnya, histamin (bagian dari respon kekebalan tubuh yang dilepaskan selama reaksi alergi) disebut bukan penyebab utama dari gejala ini. Beberapa ahli menyebutnya sebagai penyakit kelainan kulit, dimana minyak yang dihasilkan tubuh untuk menghaluskan permukaan kulit bereaksi ketika bertemu air dan memicu gangguan seperti gatal dan ruam.

Pemilik alergi ini biasanya memiliki kulit sangat sensitif (hipersensitif). Terutama pada air yang sudah tercampur bahan kimia tambahan seperti klorin pada PDAM. Namun dalam beberapa kasus unik, air jernih yang tidak kotor, air hujan, air sumur hingga keringat sekalipun bisa memicu reaksi alergi ini.

Baca Juga: Alergi Asi: Benar Atau Salah? Temukan Jawabannya Di Sini


Gejala dan Diagnosisnya

Anak Bunda tiba tiba mengalami gatal-gatal hebat setelah mandi. Apakah itu termasuk gejala alergi air?

Jawabannya bisa ya, bisa juga tidak. Karena sebelum mengetahui Si Kecil alergi air atau tidak, Bunda harus memperhatikan apakah gejala itu hanya terjadi sesekali saja atau setiap saat usai terkena air.

Jika sesekali saja, ada kemungkinan gatal-gatal disebabkan oleh faktor lain. Misalnya akibat gigitan serangga, tungau debu, atau pemicu lainnya. Namun jika Bunda memilih jawaban kedua, ada kemungkinan Si Kecil menderita alergi tersebut.

Umumnya, gejala yang timbul akibat alergi air adalah gatal parah usai setiap Si Kecil terkena air. Dalam beberapa kejadian gejala muncul bisa berupa nyeri. Reaksi biasanya ditandai dengan munculnya biduran atau kemerahan di kulit setelah satu hingga 15 menit terkena air.

Dalam 10 hingga 120 menit berikutnya, lesi (pembengkakan) dapat bertambah dan menimbulkan rasa nyeri.


Satu-satunya cara teraman memastikan apakah Anak memiliki alergi air, yakni dengan memeriksakannya ke dokter ahli alergi. Mengingat penyakit ini tergolong langka dan butuh perawatan ekstra, berkonsultasi ke dokter merupakan langkah terbaik untuk mendapatkan penanganan atau pengobatan untuk Si Kecil.


Pencegahan dan Pengobatan

Ada beberapa cara yang dapat Bunda lakukan untuk meredakan gejala alergi air. Salah satunya dengan memberikan obat alergi air berbentuk obat minum pereda gatal, atau salep khusus yang dioleskan pada kulit yang mengalami reaksi alergi.

Namun langkah terbaik mengantisipasi jenis alergi ini adalah tentu saja dengan mencegah anak bersentuhan dengan air. Hal yang tidak mudah memang. Mengingat air menjadi bagian dari kehidupan sehari hari.

Baca Juga: 4 Alergi Langka Pada Anak

Sejumlah ahli menyarankan, jika terpaksa mandi atau bersentuhan dengan air, gunakanlah air dingin alih-alih air hangat. Prosesnya pun jangan sampai terlalu lama, sekitar semenit atau dua menit saja. Untuk cuci tangan, pembersih tangan (sanitizer) berbahan alkohol atau minyak esensial juga bisa menjadi pilihan.

Untuk menghindari keringat, pilihlah bahan pakaian yang mudah menyerap air dan tidak panas, misalnya katun. Ketika beraktivitas, upayakan juga anak berada di tempat yang sejuk atau dingin.

Sekali lagi, untuk penanganan lebih tepat, berkonsultasi dengan dokter ahli alergi adalah cara terbaik. Selain itu, jangan sampai lupa memberikan dorongan, perhatian, kasih sayang, dan semangat pada Si Kecil agar tetap bisa menjalani hari-harinya dengan bahagia walau Si Kecil mengidap alergi air.