Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > atasi sifat pemalu si kecil dengan empat kiat ini

atasi sifat pemalu si kecil dengan empat kiat ini

ATASI SIFAT PEMALU SI KECIL DENGAN EMPAT KIAT INI

Pernahkah Bunda menghadiri pesta ulang tahun teman sekelas Si Kecil tapi alih-alih bergembira ria, ia malah sibuk memeluk kaki Bunda karena malu dan enggan mengikuti aktivitas seru? Walau mungkin banyak anak usia 3 dan 4 tahun sepertinya tak sabar langsung ingin ikut terlibat dalam aktivitas beramai-ramai tetapi tak sedikit juga yang memilih untuk berdiri di pinggir arena. “Meski terlihatnya seperti antisosial tapi anak pemalu belum tentu masuk kategori tersebut. Mereka penasaran berkenalan dengan orang dan situasi baru tapi terlalu cemas untuk melangkah maju,” jelas Lynne Henderson, Ph. D, dosen psikologi di Stanford University dan pimpinan Shyness Institute di Palo Alto.

 

Kebanyakan anak yang pemalu sudah memiliki sifat tersebut sejak lahir, kata Jerome Kagan, Ph. D profesor psikologi Harvard University yang memimpin riset mengenai temperamen anak usia 4 bulan hingga 11 tahun. Sebenarnya, sifat pemalu bukanlah masalah yang perlu dikhawatirkan. Umumnya, anak yang pemalu adalah pendengar yang baik dan jarang menimbulkan masalah di sekolah. Mereka mudah berempati terhadap lingkungannya.

 

Lalu, apa yang harus dilakukan orangtua dalam menghadapi anak pemalu? Apakah dibiarkan saja atau disemangati agar tidak malu-malu lagi? Christopher Kearney, Ph. D, profesor psikologi University of Nevada, mengatakan bahwa orangtua dapat melakukan kedua hal tersebut. “Anak yang pemalu mungkin tidak lantas akan berubah menjadi anak yang supel dan populer, tapi dengan bantuan orangtua, ia belajar bagaimana caranya bersosialisasi yang baik untuk bekal masa depannya,” jelas Christoper lebih lanjut.

 

Apa, sih, yang menyebabkan seseorang menjadi pemalu? Malu-malu sebenarnya sifat yang cukup umum. Menurut data yang dilansir oleh WebMD, ada sekitar 20 hingga 48 persen orang yang pemalu dalam keseluruhan populasi dunia. Seperti yang sudah disinggung di atas, sifat ini hadir sejak lahir. Namun, pengalaman buruk juga dapat memicu munculnya sifat tersebut walau sebelumnya Si Kecil bukan termasuk anak yang pemalu. Beberapa faktor yang menyebabkan sifat pemalu pada anak, antara lain keadaan fisik, kesulitan bicara, kurang terampil berteman, harapan orangtua yang terlalu tinggi, pola asuh, serta merasa rendah diri.

 

Ayah dan Bunda juga harus berhati-hati karena sifat pemalu dapat menjadi masalah yang cukup serius apabila:

  • Si Kecil tidak mau melakukan kontak mata dengan lawan bicara
  • Si Kecil menolak pergi ke sekolah
  • Ia kesulitan memiliki teman
  • Ia menghindari acara teman-temannya, misalnya pada pesta ulang tahun

Jika Si Kecil memerlihatkan gelagat seperti di atas, ada baiknya Bunda berkonsultasi dengan tenaga ahli agar masalah utama dapat diidentifikasi dan mendapat solusi tepat.

 

Untuk mengurangi rasa malu pada anak, ada beberapa cara yang bisa dilakukan Ayah dan Bunda untuk membantunya, antara lain:

  • Jangan anggap sifatnya sebagai hal yang buruk

Perlu Ayah dan Bunda ketahui bahwa pemalu bukanlah sifat yang buruk dan mencerminkan bahwa Si Kecil rendah diri. Banyak anak pemalu yang berprestasi, sama dengan anak yang lebih supel bergaul. Bedanya, anak pemalu kadang lebih canggung saat berada dalam situasi baru ketimbang anak lain. Apabila Ayah dan Bunda bisa menerima sifat pemalu Si Kecil, ia akan menjadi lebih percaya diri.

  • Latih kemampuannya dalam berbagai situasi sosial

Berikan Si Kecil kesempatan mempraktikkan kemampuan sosialnya. Misalnya, biarkan ia meminta nomor sepatu yang sesuai dengan ukuran kakinya pada pramuniaga saat hendak membeli sepatu.

  • Berikan tanggapan positif

Saat Si Kecil berhasil melakukan sesuatu di depan publik, sekecil apa pun, hargai usahanya. Ayah dan Bunda juga bisa membahas kira-kira apa saja yang bisa dilakukan jika ia berada di dalam situasi yang sama lagi.

  • Bersikap terbuka

Komunikasi adalah salah satu cara penting untuk mengatasi rasa malu pada Si Kecil. Ayah dan Bunda bisa berbagi cerita padanya pengalaman ketika menghadapi situasi yang canggung, serta  bagaimana cara mengatasinya.

 

Ingat, Ayah dan Bunda, yang paling penting adalah memerlihatkan kasih sayang bahwa Ayah dan Bunda menerima Si Kecil secara utuh termasuk sifat pemalunya. Biarkan ia tahu bahwa tidak apa-apa menjadi pribadi yang pemalu.