Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > atasi alergi susu sapi dengan ini

atasi alergi susu sapi dengan ini

Atasi Alergi Susu Sapi Dengan Ini

Si Kecil didiagnosis dokter mengalami alergi susu sapi. Lantas, apa yang harus Bunda lakukan? Simak artikel berikut ini.

Penanganan alergi susu sapi yang utama adalah dengan menghindari makanan yang mengandung susu sapi dan semua jenis produk turunannya, seperti keju, yogurt, mentega, dan lainnya. Tetapi, Bunda harus tetap memberikan Si Kecil makanan bernutrisi lengkap dan seimbang dengan menyediakan makanan pengganti.

Bunda yang masih memberikan ASI eksklusif tetap bisa menyusui Si Kecil. Hanya saja, Bunda harus menghindari segala makanan yang mengandung susu dan produk turunannya. Bunda harus mendapatkan tambahan kalsium berupa suplemen untuk menjaga kandungan kalsium dalam ASI.

Sementara itu, jika Si Kecil mengonsumsi susu formula, Bunda bisa berikan susu dengan formula hipoalergenik. Susu yang termasuk ke dalam kelompok tersebut adalah susu hidrolisat ekstensif dan susu formula asam amino, sedangkan susu hidrolisat parsial tidak dapat digunakan untuk terapi. Anak dengan gejala alergi ringan hingga sedang, dapat meminum susu formula hidrolisat ekstensif. Namun, mereka yang memiliki gejala berat harus mengonsumsi susu formula asam amino.

Si Kecil akan dianjurkan minum susu hipoalergenik selama enam bulan, lantas akan dilakukan uji provokasi kembali. Jika Si Kecil sudah toleran terhadap susu sapi, ia bisa minum susu formula biasa seperti sebelumnya. Tetapi, jika gejala alergi masih muncul, Si Kecil harus melanjutkan konsumsi susu hipoalergenik selama enam bulan ke depan untuk dites kembali dan seterusnya. Sementara, jika Si Kecil baru memasuki masa Makanan Pendamping ASI (MPASI), juga harus dijaga makanannya dari segala komponen susu sapi dan turunannya.

Salah satu kendala yang dihadapi oleh orangtua yang memiliki anak yang alergi susu sapi adalah tingginya biaya untuk membeli susu formula hipoalergenik. Selain itu, rasanya pun tidak seenak susu formula pada umumnya. Sehingga akan ada kemungkinan anak menolak untuk meminumnya. Untuk itu, perlu disiasati perkenalan susu hipoalergenik sedikit demi sedikit, hingga anak dapat menerimanya.

Bagaimana dengan pemberian susu mamalia lain seperti kambing? Ini tidak akan menyelesaikan masalah, ya, Bunda. Malah akan membuat Si Kecil mengalami risiko reaksi alergi silang. Sebagai alternative, Bunda bisa memberikan susu formula soya bagi Si Kecil yang sudah terdiagnosis memiliki alergi. Harganya lebih murah ketimbang susu hipoalergenik dan rasanya pun lebih nikmat. Kandungan nutrisinya sudah disetarakan dengan susu formula yang terbuat dari susu sapi. Namun, ada sebagian kecil anak yang juga memiliki alergi terhadap susu formula soya. Jadi, Bunda harus tetap waspada.