×
Home Pop Up
Home > Cari Tahu > arahkan cita-cita si kecil berdasarkan kecerdasan majemuk

arahkan cita-cita si kecil berdasarkan kecerdasan majemuk

Arahkan Cita-Cita Si Kecil Berdasarkan Kecerdasan Majemuk

“Nak, cita-citanya kalau sudah besar mau jadi apa?” “Dokter,” Si Kecil menjawab.

Mungkin Anda pernah mendengar percakapan seperti itu. Jawaban “dokter” terdengar umum, karena anak-anak hanya tahu profesi yang sering dijumpai sehari-hari. Selain dokter, profesi lain yang suka disebut anak-anak adalah polisi, tentara, dan pilot.

Nah Bunda, tentu tidak salah jika Si Kecil punya keinginan menjadi dokter ketika besar nanti. Atau mau jadi polisi karena terlihat seperti jagoan. Namun alangkah baiknya sebagai orang tua, Anda mengarahkan cita-cita Si Kecil berdasarkan kecerdasan majemuk.

Howard Gardner, pakar psikologi perkembangan dari Universitas Harvard, mendefinisikan kecerdasan manusia yang tidak berbatas dan dikelompokan menjadi delapan kecerdasan majemuk.

Apa saja delapan kecerdasan majemuk yang dikelompokan Gardner, yuk dibaca satu persatu:

 

  1. Kecerdasan Bahasa (Linguistik)

Ciri utama kecerdasan bahasa meliputi kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif dalam menulis, membaca, dan berbicara. Bila Bunda melihat Si Kecil pintar berbicara dan menulis, sepertinya bisa diarahkan menjadi penulis, penyair, atau wartawan.

 

  1. Kecerdasan Musik

Kecerdasan musik meliputi kepekaan terhadap tangga nada, irama, dan kualitas suara. Pengarang lagu, arranger, dan penyanyi adalah contoh orang-orang yang memiliki kecerdasan musik menonjol.

Jika Si Kecil pandai dalam memahami musik, baik dengan menyanyi atau memainkan alat musik, tiga profesi di atas sepertinya tepat.

 

  1. Kecerdasan Logika Matematika

Kecerdasan logika matematika meliputi keterampilan berhitung, berpikir logis, dan keterampilan memecahkan masalah. Ahli matematika bukan satu-satunya ciri orang yang menonjol dalam kecerdasan ini.

Bila Si Kecil terlihat pandai matematika, profesi yang bisa digeluti nantinya terbilang banyak, di antaranya bankir, guru matematika, insinyur, bahkan pengacara.

 

  1. Kecerdasan Visual Spasial

Adalah kecerdasan dalam bentuk kemampuan memahami arah, ruang, dan bentuk akhir dari suatu benda. Ada banyak profesi atau ciri orang yang memerlukan kecerdasan ruang, seperti pelaut memerlukan kemampuan mengemudikan perahunya dengan bantuan peta.

Kemudian seorang arsitek dapat memanfaatkan sepetak ruang untuk membuat bangunan.

 

  1. Kecerdasan Kinestetik

Kecerdasan kinestetik menyoroti kemampuan menggunakan anggota tubuh dalam membedakan berbagai cara baik untuk ekspresi gerak (tarian, akting) maupun aktivitas bertujuan (atletik).

Penari dan perenang merupakan contoh dalam mengembangkan penguasaan gerak badan mereka sesuai gerakan khusus.

 

  1. Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal meliputi penilaian diri yang akurat, penentuan tujuan, memahami diri atau instropeksi, dan mengatur emosi diri. Dengan kecerdasan intrapersonal yang baik diharapkan setiap orang mampu membuat keputusan dan menentukan perilakunya tanpa harus selalu diarahkan dari orang lain.

 

  1. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan ini berhubungan dengan orang dan pemahaman terhadap diri sendiri. Kecerdasan interpersonal, sebagai sisi lain dari kecerdasan intrapersonal, sangat berhubungan dengan kemampuan memahami orang lain.

Contoh profesi yang pekerjaan sehari-harinya berhadapan dengan orang di antaranya guru, dokter, atau polisi.

 

  1. Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan naturalis adalah kemampuan mengenali, membedakan, mengungkapkan, dan membuat kategori terhadap apa yang dijumpai di alam maupun lingkungan.

Ada banyak bidang pekerjaan yang menghendaki bakat naturalis, seperti petani, ilmuwan, ahli tanah, dan orang yang berciri khas mengamati perilaku alam.

Nah Bunda, kenali kecerdasan anak sejak dini ya. Semoga kelak mereka tumbuh menjadi orang yang berguna bagi keluarga dan negara.