Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > apa yang harus diketahui dari tes alergi susu sapi?

apa yang harus diketahui dari tes alergi susu sapi?

Apa Yang Harus Diketahui Dari Tes Alergi Susu Sapi?

Apakah Si Kecil selalu kembung dan diare tiap kali ia mengonsumsi susu sapi? Apa itu artinya ia memiliki alergi susu sapi? Adakah cara untuk memastikannya?

Menurut konsensus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), diagnosis alergi susu sapi dapat ditegakkan dengan beberapa pemeriksaan penunjang, yaitu:

  1. Uji Tusuk Kulit (Skin Prick Test)

Sebelum pemeriksaan dilakukan, Si Kecil harus menghentikan konsumsi obat antialergi selama 3-7 hari, tergantung jenis obatnya. Pemeriksaan ini bisa dilakukan jika usia Si Kecil sudah di atas empat bulan. Area pemeriksaan adalah bagian dalam lengan bawah atau punggung, di atas kulit yang sehat. Bila hasilnya negatif, berarti Si Kecil tidak alergi susu sapi. Namun jika hasilnya positif, belum bisa dipastikan ia alergi susu sapi. 

  1. Uji Ig E RAST (Radio Allergo Sorbent Test)

Jenis pemeriksaan ini adalah alternatif jika uji tusuk kulit tidak mungkin dilakukan, misalnya bila ada kelainan kulit yang luas pada area pemeriksaan uji tusuk kulit atau jika Si Kecil harus terus mengonsumsi obat antialergi karena kondisinya cukup parah. Pemeriksaan jenis ini memiliki sensitivitas dan spesifitas yang sebanding dengan uji tusuk kulit.

  1. Uji Eliminasi dan Provokasi

Ini adalah pemeriksaan utama untuk mengonfirmasi alergi susu sapi yang diketahui dari riwayat alergi dan hasil uji tusuk kulit dan Ig E yang positif, maka makanan yang mengandung susu sapi dan produk turunannya dihilangkan dari semua menu makanannya selama 2-4 minggu. Setelah gejala alergi susu sapi menghilang selama masa eliminasi tersebut, maka dilakukan uji provokasi dengan memberikan formula yang berbahan dasar susu sapi.

Karena dikhawatirkan dapat menimbulkan gejala alergi mulai dari ringan hingga berat, maka uji provokasi ini harus berada di bawah pengawasan dokter dan dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas lengkap. Uji provokasi dinyatakan positif jika gejala alergi susu sapi timbul kembali. Dengan demikian, diagnosis pasti alergi susu sapi dapat ditegakkan. Sebaliknya, uji ini dinyatakan negatif jika tidak timbul gejala alergi sampai satu minggu setelah uji dilakukan. Reaksi tipe lambat dapat terjadi sampai beberapa hari setelah terpapar oleh susu sapi. Oleh karena itu, orangtua tetap harus mengawasi Si Kecil terhadap gejala alergi susu sapi.