×
Home Pop Up
Home > Cari Tahu > anak diare, apakah sebabnya pasti alergi susu sapi?

anak diare, apakah sebabnya pasti alergi susu sapi?

Anak Diare, Apakah Sebabnya Pasti Alergi Susu Sapi?

Diare adalah penyakit yang umum terjadi pada Si Kecil setelah infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Diare dapat dibagi menjadi tiga, yakni akut (kurang dari 14 hari), persisten (lebih dari 14 hari), dan kronik (lebih dari 1 bulan). Konsistensi feses yang cair, yang menjadi karakteristik diare, biasanya akan hilang dalam beberapa hari. Hati-hati, Bunda, diare kronik dapat menjadi tanda adanya kelainan yang lebih serius, seperti adanya inflammatory bowel disease.

Mungkin Bunda bertanya, apakah diare Si Kecil disebabkan oleh alergi susu sapi atau infeksi?

Penyebab diare bermacam-macam:

1) Infeksi dari berbagai bakteri yang disebabkan oleh kontaminasi makanan maupun air minum.

2) Infeksi berbagai macam virus.

3) Alergi makanan, khususnya susu atau laktosa (makanan yang mengandung susu).

4) Parasit yang masuk ke tubuh melalui makanan atau minuman yang kotor.

Agar Si Kecil terhindar dari risiko terkena diare, Bunda bisa lakukan 5 hal berikut:

  1. Memberikan ASI

Kandungan antibodi dan zat lain dalam ASI membuatnya memiliki khasiat preventif sehingga ASI memberikan perlindungan terhadap diare pada bayi baru lahir. Tahukah Bunda, bahwa pemberian ASI eksklusif mempunyai daya lindung empat kali lebih besar terhadap diare dibanding pemberian ASI yang disertai dengan susu formula.

  1. Memberikan Makanan Pendamping ASI (MPASI)

Si Kecil tentu harus diberikan makanan pendamping secara bertahap hingga ia akhirnya bisa mengonsumsi makanan orang dewasa pada umumnya. Pada periode pemberian makanan pendamping ini risiko terjadinya diare ataupun penyakit lain meningkat. Bunda harus memperbanyak baca mengenai panduan pemberian makanan pendamping sesuai usia Si Kecil, ya.

  1. Menggunakan Air yang Bersih

Sebagian besar kuman penyebab diare dapat ditularkan dengan memasukkan cairan atau benda yang telah tercemar ke dalam mulut, misalnya air minum, jari tangan, atau makanan yang disiapkan dalam panci yang dicuci dengan air kotor. Kurangi risiko terkena diare dengan menggunakan air yang bersih dan melindungi air tersebut dari kontaminasi.

  1. Mencuci Tangan

Salah satu cara efektif membasmi kuman diare adalah dengan mencuci tangan menggunakan sabun. Selalu ingatkan Si Kecil untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan, setelah buang air kecil dan buang air besar, dan setelah bermain di luar rumah.

  1. Menggunakan Jamban

Jangan meremehkan fungsi dan kebersihan jamban. Setiap keluarga harus memiliki jamban yang berfungsi baik dan dibersihkan secara teratur. Tingkatkan frekuensi membersihkan jamban ketika ada anggota keluarga yang sedang terkena diare. Biasakan Si Kecil untuk buang air besar di jamban sejak dini untuk meminimalisir penularan penyakit.

Pada saat diare, pastikan penderita kebutuhan cairannya terpenuhi. Jika diare terjadi lebih dari enam kali sehari, risiko dehidrasi meningkat. Segera konsultasi ke dokter agar bisa mendapatkan penanganan yang tepat.