Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > alergi matahari? ketahui jenis-jenisnya

alergi matahari? ketahui jenis-jenisnya

Alergi Matahari? Ketahui Jenis-Jenisnya

Si Kecil tengah asyik bermain bersama teman-temannya di taman di suatu siang yang cerah. Tiba-tiba, dia mengeluhkan gatal-gatal di sekujur tubuhnya. Anda pun terkejut ketika mendapati kulitnya memerah seperti habis terbakar. Bisa jadi, anak Anda sensitif terhadap cahaya matahari atau kerap dikenal dengan alergi sinar matahari.

Alergi sinar matahari terjadi ketika sistem kekebalan tubuh anak menganggap sinar matahari yang mengenai kulitnya sebagai zat asing, sehingga memicu tubuh untuk mengaktivasi mekanisme pertahanan tubuh sebagai perlindungan. Alih-alih melindungi, kekebalan tubuh anak justru menimbulkan gejala alergi.

Saat ini, para ahli belum mengetahui penyebab timbulnya jenis alergi yang tergolong unik ini. Namun, mereka memperkirakan penyakit yang juga disebut sebagai fotosensitifitas tersebut, muncul lantaran faktor keturunan.

Alergi sinar matahari memiliki banyak jenis. Sebaiknya, orang tua perlu mengenal jenis-jenis tersebut dan mewaspadai gejalanya, sehingga mampu memberikan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Lahir Caesar Rentan Alergi

Polymorphous Light Eruption (PMLE)

Anak dengan alergi jenis ini biasanya baru merasakan gejala alergi setelah beberapa jam terpapar sinar matahari. Gejala yang timbul meliputi gatal atau ruam akibat kulit terbakar, lalu muncul benjolan merah berisi darah yang kadang pecah saat kulit terkena sinar matahari. Bahkan, terkadang disertai rasa menggigil, sakit kepala, hingga mual.

Umumnya, gangguan kulit itu muncul pada bagian yang terbuka seperti leher, dada bagian atas, lengan, dan kaki bagian bawah. Meski begitu, gejala ini cenderung hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, ada pula yang mengalami gejala ini secara berulang.

Jika gejala yang dialami anak ringan, orang tua hanya perlu mengompres atau mengguyur kulit yang iritasi dengan air dingin secara teratur. Namun apabila alergi semakin memburuk, perlu diatasi dengan obat-obatan seperti antihistamin oral semacam difenhidramin atau klorfeniramin. Bisa juga menggunakan krim anti ruam kulit yang mengandung kortison.

Bahkan untuk kasus PMLE ekstrem, dokter kerap menganjurkan pengobatan fototerapi, yaitu kulit secara bertahap dipapari sinar ultraviolet (UV) dalam dosis kecil untuk membangun ketahanan kulit terhadap sinar matahari. Kombinasi psoralen (obat yang menyerap sinar ultraviolet) dan sinar ultraviolet, obat antimalaria, atau tablet beta-karoten juga dapat digunakan untuk mengobati alergi matahari jenis ini.

Actinic Prurigo

Actinic Purigo memiliki gejala alergi yang serupa dengan PMLE, namun bintik merah yang timbul lebih banyak muncul di bagian wajah dibanding tempat lain. Jenis alergi ini biasanya telah muncul sejak kecil atau masa remaja.

Cara mengatasi alergi ini ialah dengan menggunakan obat-obatan seperti kortikosteroid, thalidomide, obat antimalaria, dan beta-karoten, tergantung keparahan tingkat alergi.

Photoallergic Eruption

Photoallergic Eruption adalah jenis alergi yang muncul lantaran terpapar sinar matahari, kemudian bereaksi dengan komponen kimia yang menempel di tubuh, seperti tabir surya, parfum, kosmetik, atau salep. Reaksi yang timbul biasanya muncul ruam kecil berisi cairan, dan meninggalkan rasa panas di tubuh anak. Ruam tersebut juga dapat menyebar melalui pakaian.

Baca Juga: Semua Yang Perlu Diperhatikan Pada Bayi Usia 0-2 Tahun

Alergi jenis ini biasanya akan hilang dengan sendirinya selama dua atau tiga hari setelah terpapar sinar matahari. Cara mengatasinya bisa menggunakan krim kortikosteroid serta menghindari produk kimia yang dapat memicu alergi anak.

Solar Urticaria

Alergi ini merupakan jenis alergi pada anak yang tergolong ringan karena hanya menimbulkan gejala seperti kemerahan dan gatal-gatal di kulit. Bahkan, gejala tersebut akan hilang dalam beberapa jam setelah anak terpapar sinar matahari.

Untuk mengatasinya, orang tua bisa memberikan antihistamin oral atau mengoleskan krim kulit anti gatal yang mengandung kortison untuk meredakan rasa gatalnya. Pemberian suplemen vitamin D , lidah buaya, dan flavonoid membantu menyembuhkan alergi sinar matahari. Selain itu, penggunaan SPF dengan kadar ringan pada Si Kecil membantu menghindarinya dari kontak langsung dengan sinar matahari.

Sementara untuk gejala berat, dokter biasanya menyarankan pemberian obat antimalaria, penggunaan sinar ultraviolet, serta tablet beta-karoten.