×
Home Pop Up
Home > Cari Tahu > alergi deterjen, tak serius tapi mengganggu

alergi deterjen, tak serius tapi mengganggu

Alergi Deterjen, Tak Serius Tapi Mengganggu

Alergi deterjen umumnya bukan masalah kesehatan serius. Namun jika tidak dicegah dan diatasi, gejala-gejalanya bisa sangat mengganggu, terutama bagi Si Kecil.

Namun sebelum melakukan pencegahan, Bunda sebaiknya perlu tahu penyebab dan seperti apa saja dampak yang ditimbulkan alergi ini.

Alergi pada anak yang satu ini terjadi ketika sistem pertahanan tubuh menganggap senyawa-senyawa kimia yang dikandung bahan pembersih tersebut sebagai benda asing. Zat kimia itu bisa berasal dari bahan pewarna, pewangi, atau agen pemutih.

Ketika terpapar bahan-bahan dianggap asing tersebut, tubuh akan meresponnya dengan menghasilkan antibodi Imunoglobulin E (IgE) dan berujung pada pelepasan senyawa histamin dan zat kimia lain. Saat proses itulah reaksi alergi muncul.

Gejala alergi

Gejala alergi deterjen biasanya langsung terlihat dampaknya pada permukaan kulit. Terutama, saat alergen terpapar pada bagian terluar tubuh tersebut.

Reaksi dapat dialami setidaknya dalam waktu 24 jam hingga 48 jam setelah tubuh terpapar alergen (senyawa pemicu alergi). Ada kemungkinan pula gejala alergi bisa muncul seminggu setelahnya.

Setiap anak bisa saja mengalami reaksi yang berbeda-beda. Namun, beberapa yang paling umum adalah:

  • Kulit merah
  • Kulit bersisik
  • Kulit melepuh (dalam tahap parah bisa berisi cairan)
  • Rasa terbakar atau gatal, yang mungkin intens
  • Pembengkakan pada mata, wajah, dan area genital
  • Biduran
  • Kulit menjadi sensitif terhadap sinar matahari
  • Kulit gelap, kasar, dan retak-retak

Pada sejumlah kasus, gejala alergi deterjen tidak hanya berdampak pada kulit. Mereka yang sangat sensitif, menghirup uap deterjen saja bisa mengakibatkan reaksi alergi seperti hidung tersumbat, pilek, dan mengi. Bila terpapar ke dalam mata, selain bengkak, juga bisa menyebabkan mata berair.

Konsultasi ke Dokter

Reaksi gejala deterjen pada umumnya terjadi melalui sentuhan dengan kulit dan tanda-tandanya terlihat pada permukaan kulit yang terkena alergen (zat pemicu alergi).

Beberapa jenis alergi lain juga memiliki reaksi hampir sama. Itulah sebabnya, Bunda disarankan berkonsultasi dengan dokter demi memastikan gejala alergi yang dialami anak berasal dari deterjen atau bukan. Itu akan membuat langkah pencegahan dan pengobatan dilakukan secara lebih tepat.