×
Home > Cari Tahu > alergi anak, apakah bisa dicegah?

alergi anak, apakah bisa dicegah?

Alergi Anak, Apakah Bisa Dicegah?

Jumlah keseluruhan kasus alergi di dunia meningkat, begitu pula dengan Indonesia. Tercatat peningkatan kasus alergi sebesar 30 persen setiap tahunnya. Alergi tidak hanya mengganggu aktivitas dan tidur, tetapi juga dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan Si Kecil. Hal ini tentunya membuat cemas para orangtua. Sebenarnya, apa, sih, alergi itu? Apakah alergi bisa disembuhkan?

Alergi muncul sebagai respons sistem kekebalan tubuh yang tidak normal terhadap benda atau zat yang sebenarnya tidak berbahaya bagi tubuh, misalnya susu sapi, kacang, makanan laut, dan lainnya. Reaksi ini dapat diredakan dengan obat anti-alergi tetapi obat-obatan tersebut tidak dapat menyembuhkan. Jika Si Kecil terpapar lagi oleh zat pencetus, alergi akan muncul kembali.

Salah satu jenis alergi yang biasanya membuat orangtua khawatir adalah jika Si Kecil memiliki kondisi alergi susu sapi. Pada bayi yang minum ASI, Bunda tentu harus menghindari makanan mengandung susu dan produk turunannya, seperti keju, yogurt, dan lain-lain. Untuk bayi yang tidak mengonsumsi ASI, susu formula yang dikonsumsi harus yang khusus. Biasanya harganya lebih mahal dan rasanya juga tidak seenak susu formula pada umumnya.

Tentunya alergi susu sapi memiliki banyak efek negatif dan kondisi ini belum ada obatnya, artinya penting bagi orangtua untuk melakukan pencegahan sebelum Si Kecil menderita alergi. Lantas, bagaimana caranya?

  1. ASI Eksklusif

Berikan Si Kecil ASI eksklusif selama enam bulan. Setelahnya, saat ia berusia enam bulan, berikan makanan padat pendamping dan tetap diberikan ASI sampai berusia dua tahun. Banyak penelitian telah mengonfirmasi manfaat ASI dalam menurunkan risiko alergi pada anak.

  1. Asap Rokok

Hindari asap rokok, baik selama Bunda hamil maupun saat Si Kecil sudah lahir. Selain jangan merokok, hindari juga tempat di mana asap rokok mengepul.

  1. Makanan Pemicu Alergi

Selama hamil, ibu tidak perlu memantang makanan yang sering dicurigai sebagai pencetus alergi, seperti telur, kacang-kacangan, makanan laut, serta susu sapi. Menurut penelitian, ibu hamil yang memantang makanan pencetus alergi tidak lantas menjamin bayi yang lahir kelak akan terbebas dari alergi.

  1. Makanan Padat

Untuk menurunkan risiko alergi pada bayi, WHO dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian makanan padat pendamping ketika bayi telah berusia enam bulan.

  1. Susu formula

Berikan ASI eksklusif untuk Si Kecil karena itu adalah makanan terbaik baginya. Tetapi, bagi Bunda yang karena satu dan lain hal tidak bisa memberikan ASI, bisa memberikan susu formula dengan sebelumnya berkonsultasi dahulu dengan dokter spesialis anak.