Home Pop Up
Klik di mana saja untuk menutup banner.
Home > Cari Tahu > 4 alergi unik yang tak disangka dapat diderita si kecil

4 alergi unik yang tak disangka dapat diderita si kecil

4 Alergi Unik Yang Tak Disangka Dapat Diderita Si Kecil

Alergi adalah keadaan di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya. Pemicu alergi disebut alergen. Alergen yang biasa dijumpai terjadi pada Si Kecil antara lain bisa berupa makanan, bulu binatang, serbuk sari, susu sapi, dan lain-lain. Tapi ternyata ada jenis-jenis alergi yang cukup menyulitkan penderitanya. Hal tersebut dikarenakan oleh alergen sulit dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Wah, apa saja jenis alergi yang termasuk kategori tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini: 

  • Alergi air (Aquagenic Urticaria)

Sampai sekarang, alergi air belum diketahui penyebabnya. Gejala yang muncul berkaitan dengan urtikaria fisik seperti gatal dan ruam pada kulit. Urtikaria atau kaligata adalah istilah medis untuk gatal yang ditandai dengan bentol atau ruam kemerahan pada kulit. Biasanya bentol akan hilang 30 menit setelah muncul. Ringankan gejala alergi dengan menggunakan obat antihistamin.

  • Alergi sentuhan (Dermographism)

Ya, Bunda tidak salah baca. Si Kecil yang menderita alergi ini akan mengalami gejala apabila kulitnya tersentuh sesuatu. Bahkan, aktivitas sederhana seperti duduk atau memakai pakaian terlalu ketat bisa memicu munculnya alergi. Dalam dunia medis, kondisi ini disebut juga dengan dermographism, yang berarti “penulisan pada permukaan kulit”. Disebut demikian karena Bunda bisa menuliskan nama pada permukaan kulit hanya dengan goresan kuku. Tekanan pada kulit menyebabkan reaksi gatal.

  • Alergi sinar matahari (Solar Urticaria)

Sinar matahari sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Namun ternyata, ada sebagian anak yang mengalami alergi apabila terkena sinar matahari. Gejala yang muncul adalah gatal atau mungkin sengatan yang tajam pada kulit saat terkena sinar matahari (biasanya akan terasa dalam hitungan menit setelah terpapar sinar matahari). Si Kecil juga mungkin merasakan sakit kepala, memar, bahkan mual.

  • Hipersensitivitas elektromagnetik (Electromagnetic Hypersensitivity)

Di era digital seperti sekarang ini, penggunaan jaringan internet nirkabel atau WiFi sudah tidak asing lagi. Namun, tanpa disangka sinyal yang dipancarkan di hampir seluruh penjuru ruang publik mungkin mulai menimbulkan masalah kesehatan baru, yaitu hipersensitivitas terhadap elektromagnetik.

Kondisi hipersensitivitas elektromagnetik (Electromagnetic Hypersensitivity) ditandai dengan gejala sakit kepala, kram otot, kulit terbakar, dan nyeri kronis. Selain dikarenakan oleh sinyal WiFi, kondisi ini juga diperkuat oleh pengaruh ekspos sinyal telepon seluler yang terlalu kuat serta satelit.

Wah, siapa sangka ternyata banyak sekali jenis alergi yang unik dan tidak biasa. Apabila Si Kecil memerlihatkan gejala alergi, cari tahu pemicu alergi tersebut. Cara terbaik mengatasi alergi adalah dengan mengetahui pemicu kemudian menghindarinya. Jika diperlukan, Bunda dapat berkonsultasi kepada dokter mengenai kondisi Si Kecil.