Dukungan Dari Bunda Feny Dwi Gustira
Feny Dwi Gustira
Alergi Tetap Berprestasi
Dulu waktu anak saya Alif baru lahir, dia sempat terkena alergi. Seluruh badannya penuh dengan bintik-bintik merah dan berair. Awalnya saya pikir cacar, tapi dokter berkata ada kemungkinan alergi. Dokter pun meminta saya agar tidak memakan makanan yang dapat memicu timbulnya alergi, seperti ikan, seafood dan telur. Karena waktu itu saya hanya memberikan ASI kepada Alif. Dokter juga memberikan krim untuk dioleskan di badan Alif. Seminggu berlalu, bintik-bintik dan ruam di badan Alif tak kunjung hilang. Padahal saya rajin mengoleskan krim ke badan Alif dan tak pernah sekalipun menyentuh makanan yang dilarang dokter. Sebagai ibu, saya sangat sedih melihat Alif yang seperti itu. Alif selalu terbangun malam dan menangis, mungkin karena badannya gatal dan merasa tidak nyaman. Berbagai cara saya lakukan agar Alif sembuh. Dan selalu bertanya kepada orang lain bagaimana cara menghilangkan bintik dan ruam di badan Alif. Ternyata ada satu cara yang berhasil membuat Alif sembuh dari ruamnya, yaitu : Mengoleskan badan Alif dengan jagung mentah yang sudah di parut dicampur baby oil. Saya lakukan tiap hari, setelah mandi. Alhamdulillah setelah 3 hari, bintik-bintik merah dan ruam di badan Alif hilang. Saya tidak tahu apakah bintik dan ruam tersebut penyebab alergi atau tidak, yang jelas saya sangat senang dan bersyukur ketika Alif sembuh. Memang katanya alergi tak bisa disembuhkan. Namun bukan berarti bunda dan anak yang alergi, tidak bisa hidup normal seperti yang lain nya. Bahkan yang alergi pun masih bisa berprestasi. Karena menurut saya, alergi itu bukan hal berbahaya, hanya saja kita harus tahu penyebab alergi nya apa. Jadi kita bisa menghindari hal-hal yang dapat memicu timbulnya alergi. Buat bunda yang anaknya terkena alergi, jangan bersedih karena alergi dapat dihindari. Bunda hanya perlu memberikan perhatian lebih, agar anak tidak menyentuh atau mengonsumsi pemicu alergi. Melawan pemicu alergi justru dapat berbahaya bagi anak, apalagi jika gejala yang timbul adalah sesak nafas. Seperti teman saya yang mempunyai riwayat alergi makanan terhadap ikan dan seafood. Jangankan memakannya, mencium baunya pun dia sudah gatal-gatal. Kadang kita menganggapnya terlalu lebay, padahal kita tidak tahu apa yang dia rasakan. Dan pernah suatu kali, dia sempat panas dingin gara-gara tak sengaja memakan seafood. Untuk itu, agar tak terjadi kesenjangan sosial antara penderita alergi dan kita, ada baiknya : - Kita harus menghargai teman atau anak yang mempunyai alergi. - Memberikan dukungan ketika alerginya kumat. - Se bisa mungkin menjauhkannya dari hal pemicu alergi. - Saling komunikasi, agar kita tahu dia alergi terhadap apa. Di luar alergi nya itu, teman saya tetap bisa berprestasi di negeri orang. Dia bisa mendapatkan beasiswa untuk pertukaran pelajar di Thailand selama 4 bulan dan bisa presentasi di Australia secara gratis. Jadi menurut saya, alergi itu bukan alasan untuk tidak bisa mengukir prestasi. Karena alergi tak ada hubungannya dengan kepintaran seorang anak. Yuk, dukung anak yang mempunyai alergi tetap berprestasi...
dukungan dari bunda lainnya
Yudhawan Penata Jaya
Oni nurmalasari W
Dian arum sari
Apiek Anggereni Surya Kusuma